Home / HUKUM

Rabu, 7 Oktober 2020 - 17:16 WIB

Kerugian Negara Pada Kasus Korupsi BOK Dinkes Bulukumba Naik Rp9,6 Miliar

Kanit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali [Doc. Kumanika.com]

Kanit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali [Doc. Kumanika.com]

Tipikor Polres Tingkatkan Status ke Penyidikan

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba meningkatkan status dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Bulukumba tahun 2019 dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Hal tersebut, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda Sulsel. Melalui itu, polisi menemukan fakta baru dan setelah melakukan telaah bersama Badan Pemeriksa Keuagan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sulsel.

Kepala Unit (Kanit) Tipikor Polres Bulukumba Ipda Muhammad Ali mengatakan bahwa berdasarkan hasil telaah bersama BPK dan hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda Sulsel. Pihaknya menemukan adanya fakta baru terkait adanya pelanggaran atas BOK Dinkes.

“Jadi berdasarkan hasil telaah kami, ada fakta baru yang kami temukan. Sehingga berdasarkan itu kita tingkatkan status kasus ini ke penyidikan,” ungkapnya, Rabu, 7 Oktober 2020.

Baca Juga:  Cegah Kelangkaan Pupuk, Polres Bulukumba Beri 'Warning' Distributor dan Pengecer

Muh Ali menjelaskan jika berdasarkan hasil telaah dokumen dan pendalaman terhadap beberapa pihak, ditemukan adanya anggaran BOK Dinkes tahun 2020 sebesar Rp2,5 Milliar di gunakan membayar kegiatan untuk tahun 2019.

“Jadi ada anggaran yang tidak dapat di pertanggung jawabkan kini bertambah menjadi Rp9,6 miliar. Temuan itu dari kami dan hasil telaah bersama BPK RI, itulah anggaran yang tidak bisa di pertanggungjawabkan oleh pengelola BOK di Dinkes Bulukumba tahun 2019 lalu,” jelasnya.

Terkait penetapan tersangka atas kasus tersebut, Muh Ali enggan berspekulasi terlalu jauh. Dirinya memastikan jika diproses penyidikan nantinya, pihaknya akan menemukan siapa pihak yang paling bertanggungjawab atas kerugian negara yang terjadi.

Baca Juga:  Temuan Pansus DPRD: Rp600 Juta Anggaran BOK Dinkes Bulukumba Belum Tersalurkan

“Soal penetapan tersangka kita lihat saja ujungnya. Tapi yang pasti kami memastikan jika kasus ini kita telusuri dengan hati-hati agar dapat diungkapkan secara maksimal,” ujarnya.

Hingga saat ini, sudah puluhan saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangannya. Pemeriksaan itu telah dilakukan mulai sejak kasus ini begulir di kepolisian Mei hingga September 2020.

“Sudah ada 71 orang yang sudah diperiksa termasuk Kadis Dinkes Kabupaten Bulukumba dr Wahyuni dan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Andi Ade Ariadi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain temuan Tipikor Polres Bulukumba, Panitia Khusus (Pansus) BOK bentukan DPRD juga menemukan dugaan penyelewengan anggaran yang tak bisa dipertanggungjawabkan sekitar kurang lebih Rp.9,7 Miliar.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Korupsi BOK Dinkes Bulukumba: Dewan Segera Terbitkan Laporan ke KPK

DAERAH

Seorang Tahanan Kabur Dari Polsek Kindang Bulukumba

DAERAH

Dugaan Korupsi BOK Dinkes Bulukumba: Kerugian Negara Bertambah Rp6,4 Miliar

HEADLINE

Seorang Pemuda di Bulukumba Diserang Pria Misterius

HEADLINE

Polisi Periksa Oknum Dokter dan Bidan RSUD Bulukumba

HUKUM

Terkesan Lamban, Penegak Hukum Didesak Tuntaskan Korupsi Jembatan Bialo

HUKUM

Kejahatan Makin Marak, Berikut Catatan Kriminal di Wilayah Polsek Ujung Bulu

HUKUM

Polisi Kantongi Nama Calon Tersangka Korupsi Dana Desa Bontobaji Bulukumba