Home / HEADLINE / HUKUM

Kamis, 15 Oktober 2020 - 16:42 WIB

Kejaksaan Terima SPDP Dugaan Korupsi BOK Dinkes Bulukumba

Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Thirta Masaguni

Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Thirta Masaguni

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) dugaan tindak pidana korupsi Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba tahun 2019.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Bulukumba, Tirtha Massaguni yang dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah menerima SPDP dari tim Tipikor Polres Bulukumba tentang dugaan korupsi BOK Dinkes Bulukumba sejak tanggal 7 Oktober 2020.

“Kami sudah terima dan kita tentu akan tindaklanjuti kasus BOK Dinkes. Selanjutnya kita tunggu kelengkapan berkas dari penyidik kepolisian,” singkatnya.

Sebelumnya, Tim penyidikan Unit Tipikor Polres Bulukumba meningkatkan status BOK Dinkes Bulukumba tahun 2019 dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Hal itu berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda Sulsel dan melakukan telaah bersama Badan Pemeriksa Keuagan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sulsel.

Baca Juga:  Pelajar SMP Diperkosa Empat Kawanan Remaja di Tepi Sungai

Kepala Unit (Kanit) Tipikor Polres Bulukumba Ipda Muhammad Ali mengatakan bahwa berdasarkan hasil telaah bersama BPK dan hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda Sulsel. Pihaknya menemukan adanya fakta baru terkait adanya pelanggaran atas BOK Dinkes.

“Jadi berdasarkan hasil telaah kami, ada fakta baru yang kami temukan. Sehingga berdasarkan itu kita tingkatkan status kasus ini ke penyidikan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Muh Ali menjelaskan jika berdasarkan hasil telaah dokumen dan pendalaman terhadap beberapa pihak, ditemukan adanya anggaran BOK Dinkes tahun 2020 sebesar Rp2,5 Milliar di gunakan membayar kegiatan untuk tahun 2019.

“Jadi ada anggaran yang tidak dapat di pertanggung jawabkan kini bertambah menjadi Rp9,6 miliar. Temuan itu dari kami dan hasil telaah bersama BPK RI, itulah anggaran yang tidak bisa di pertanggungjawabkan oleh pengelola BOK di Dinkes Bulukumba tahun 2019 lalu,” jelasnya.

Baca Juga:  Anak Bunuh Bapak Tiri di Bulukumba, Berawal dari Cekcok

Terkait penetapan tersangka atas kasus tersebut, Muh Ali enggan berspekulasi terlalu jauh. Dirinya memastikan jika diproses penyidikan nantinya, pihaknya akan menemukan siapa pihak yang paling bertanggungjawab atas kerugian negara yang terjadi.

“Soal penetapan tersangka kita lihat saja ujungnya. Tapi yang pasti kami memastikan jika kasus ini kita telusuri dengan hati-hati agar dapat diungkapkan secara maksimal,” ujarnya.

Hingga saat ini, sudah puluhan saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangannya. Pemeriksaan itu telah dilakukan mulai sejak kasus ini begulir di kepolisian Mei hingga September 2020.

“Sudah ada 71 orang yang sudah diperiksa termasuk Kadis Dinkes Kabupaten Bulukumba dr Wahyuni dan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Andi Ade Ariadi,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Hanya Lengah Sebentar, ABG di Bulukumba Ini Gasak HP Tetangganya

DAERAH

Penularan Corona Makin Mengkhawatirkan, 2 Pasien Positif Bulukumba Dikabarkan Meninggal

HUKUM

Sebar Ujaran Kebencian, Facebook Caleg PKS Bulukumba Dipolisikan

DAERAH

Kasus Kematian Ibu dan Anak, Keluarga Akan Polisikan RSUD Bulukumba

DAERAH

Hasil Swab Bupati Bulukumba Negatif Covid-19

DAERAH

Tanggul Jebol Penyebab Banjir Bandang di Bantaeng

DAERAH

Bulukumba Menuju Zero Kasus: Pasien Sembuh Covid-19 Sudah 211 Dari Total 239 Infeksi

HEADLINE

Bawaslu Bulukumba Dalami Keterlibatan Oknum ASN Pada Paslon Nomor 4