Kasus Suap 49M Dinilai Tebang Pilih, SEMMI Bulukumba Datangi Kejati Sulsel

Kasus Suap 49 M Dinilai Tebang Pilih, SEMMI Bulukumba Datangi Kejati Sulsel

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Hingga hari ini, kasus suap senilai Rp49 Miliar di Kabupaten Bulukumba sampai masih menjadi polemik. Informasinya terus bergulir di tengah-tengah masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun, kasus ini telah menetapkan salah satu tersangka berinisial AI, seorang Apatur sipil Negara (ASN) di salah satu instansi Pemerintahan Kabupaten Bulukumba. Ia pun kini resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan.

Namun, menurut Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Bulukumba, penanganan terhadap kasus suap tersebut terkesan tebang pilih. Menanggapi hal tersebut, mereka kemudian menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejati Sulsel.

Baca Juga:  10 Tuntutan FPR Bantaeng dalam Unjuk Rasa Peringatan Hari Tani 2021

Muh. Zulfadly Amin, selaku jendral lapangan, menerangkan alasan penegakan supremasi hukum terkesan tebang pilih. Pasalnya penetapan tersangka, terhadap seorang ASN yang jabatannya hanya seorang staff pendidikan dan kebudayaan, tidak masuk akal.

“Kami mendesak Kejati Sulsel agar jangan tebang pilih dalam penegakan hukum. Ini karena sangat tidak mungkin apabila hanya satu orang saja yang dijadikan tersangka dalam kasus ini,” kata Muh. Zulfadly Amin.

Selain itu, melalui Andri jusliandi yang akrab disapa Bandong selalu Koordinator Lapangan, SEMMI Bulukumba menyatakan akan terus mengawal kasus ini sampai betul-betul menemui titik terang.

“Jika pihak Kejati itu kemudian tidak mengusut tuntas kasus ini, dan mengevaluasi semua saksi yang terlibat, maka kami dari SEMMI Cabang Bulukumba akan melakukan aksi unjuk rasa, dengan kuantitas lima kali lipat dari pada hari ini. Kejati harus membuka mata dan jangan menutup mata dengan ketidakadilan,” ujar Bandong.

Baca Juga:  Mahasiswa Asal Bulukumba Jadi Pembicara hingga Juara Favorit di NSLSM 2021 Lampung

Andi Muh. Idik Indra Maulana, Ketua Umum SEMMI Bulukumba, juga menuturkan bahwa pihaknya akan terus melakukan kajian terkait kasus suap tersebut. “Apabila masih ada kekeliruan yang kami dapatkan, maka kami tidak segan-segan untuk melakukan gerakan yang kami anggap benar,” tutup Indra.

Penulis: IKM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template