Home / HUKUM

Rabu, 18 November 2020 - 14:49 WIB

Kasus Penipuan Online di Bulukumba, Polisi Serahkan Tersangka ke Kejaksaan

Kanit Tipidter Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir (baju putih) saat menyerahkan tersangka kasus penipuan online.

Kanit Tipidter Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir (baju putih) saat menyerahkan tersangka kasus penipuan online.

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bulukumba kini melimpahkan wewenang penanganan tersangka kasus penipuan online di Bulukumba inisial ALM (48) dengan modus pembangunan proyek renovasi sekolah beberapa waktu lalu kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba.

Hal itu disampaikan Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir saat dikonfirmasi kumanika.com pada Rabu (18/11/2020) siang.

Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah menerima pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap (P21) dari Kejari Bulukumba.

“Berkasnya sudah kita kirim dan dinyatakan P21 oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Bulukumba,” katanya.

Kasus penipuan tersebut menimpa seorang perempuan, warga Kabupaten Bulukumba, SL (36) dengan kerugian ditaksir kurang lebih hingga Rp10 juta.

Ahmad Fatir menyebutkan, barang bukti yang dikumpulkan berupa dua lembar atm, satu buku tabungan, empat lembar rekening koran dan empat lembar bukti transfer dari korban.

Baca Juga:  Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi, Kejari Bulukumba Akui Semuanya Sedang Diproses Hukum

“Sekarang kita sudah serahkan tersangka bersama barang bukti kepada jaksa penuntut umum,” beber Aipda Ahmad Fatir menjelaskan.

Sebelumnya dikabarkan, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bulukumba berhasil mengamankan salah seorang pelaku atas kasus penipuan online dengan modus pembangunan proyek renovasi sekolah.

Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir saat dikonfirmasi mengatakan, penyelidikan kasus tersebut atas laporan korban yang tak lain merupakan salah seorang masyarakat Bulukumba.

Korban kata dia, melaporkan kasus tersebut pada akhir Agustus lalu. Menurutnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp9 juta.

“Kasus ini didalami atas laporan masuk dari seorang warga Bulukumba. Korban alami kerugian Rp 9 juta lebih, dia dijanjikan proyek renovasi sekolah,” katanya, Senin (28/9/2020)

Fatir mengurai, awalnya mereka berkenalan di massanger, lalu bertukar nomor Whatsapp. Korban kata Fatir, terperdaya dengan unggahan pelaku di paltform sosial media Facebook.

Baca Juga:  Kerugian Negara Capai Rp765 Juta, Nurdin Akui Gunakan Untuk Kepentingan Pribadi

“Pelaku ini kan dia posting foto-foto pekerjaan jembatan dan lain-lain. Akhirnya terjadilah tawar menawar tentang pekerjaan sekolah,” urainya.

Pelaku selanjutnya meminta biaya untuk pembuatan gambar sekolah yang akan direnovasi Korban akhirnya mengirimkan uang kurang lebih Rp 9 Juta tersebut.

Setelah mendalami kasus tersebut, pihak kepolisian lantas bergerak melakukan pengejaran. Dua hari berselang, Fatir bersama rekannya berhasil mengamankan pelaku di Kabupaten Sinjai.

Saat ditanya terkait jumlah korban atas pelaku penipuan online bermodus proyek pembangunan itu, ia menyebutkan khusus di Bulukumba yang diketahui hanya satu orang.

“Tetapi sudah ada korban di wilayah lain, untuk sementara yang saya tau satu korban dari Daerah Timika, Papua,” kuncinya.

Penulis: Al Kudri

Editor: Ayezzah

Share :

Baca Juga

HUKUM

Mantan Bupati Bulukumba Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Nurdin Abdullah

HUKUM

Polisi Bakal Periksa Pihak Klinik Yasira Pada Kasus Kematian Ibu dan Calon Bayinya di Bulukumba

HUKUM

Granat Ditemukan di Polres Bulukumba, Kapolres Panggil Gegana 

HUKUM

Polisi Bebaskan Youtuber Ferdian Paleka

HUKUM

Satlantas Bulukumba Gencar Lakukan Patroli Demi Mencegah Aksi Balap Liar

HEADLINE

Polisi Periksa Oknum Dokter dan Bidan RSUD Bulukumba

HUKUM

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Dana Jampersal Dinkes Bulukumba

HUKUM

Pelaku Penganiayaan Anggota TNI di Limpahkan ke Kejari Bulukumba