Kasus Korupsi Mandek di Kejaksaan, Mahasiswa Desak Kajari Lebih Progresif

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum (AMPH) Sulawesi Selatan (Sulsel) Melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Bulukumba pada Kamis (8/10/2020).

Aksi unjuk Rasa yang dilakukan AMPH Sulsel menyikapi terkait beberapa kasus korupsi yang mandek di tubuh kejaksaan Negeri Bulukumba.

Beberapa diantaranya, kasus pengadaan kapal, Kasus Pengadaan Motor Dinas Pertanian dan Kasus Pengadaan Alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sampai hari ini belum mempunyai kepastian hukum.

Baca Juga:  10 Tuntutan FPR Bantaeng dalam Unjuk Rasa Peringatan Hari Tani 2021

Dalam Orasinya, Andi Amrul yang juga Jendral lapangan menyatakan bahwa aksi ini sebagai bentuk desakan kepada Kejari Bulukumba agar lebih progresif dalam menangani dan menindak lanjuti setiap Kasus Korupsi yang terjadi di kabupaten Bulukumba.

Lanjutnya mengatakan, bahwa sudah ada beberapa Tersangka pada kasus korupsi pengadaan Kapal 30 GT di Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2012.

“Sehingga bukan menjadi alasan bagi pihak penegak hukum untuk tidak mengusut tuntas,” katanya.

Baca Juga:  Merespon Unjuk Rasa Hari Tani, Bupati: Sektor Pertanian jadi Agenda Prioritas Kami

Harusnya kata dia, hal itu bisa menjadi motivasi besar bagi Kajari Bulukumba untuk menggunakan seluruh akses dalam pengejaran tersangka korupsi tersebut.

“Ini untuk mengingatkan lembaga Yudikatif terkhusus Kejaksaan Negeri Bulukumba agar tetap dalam koridor Equality Before The Law,” tegasnya.

Ia pun menegaskan agar mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba untuk Mundur dari jabatannya apabila tidak mampu menuntaskan kasus-kasus korupsi yang telah lama bergulir ditubuh korps Adhyaksa ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template