Kasus Kematian Ibu dan Anak: Manajemen RSUD Bulukumba Tak Penuhi Panggilan Polisi

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba dijadwalkan diperiksa penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bulukumba, Rabu (10/9/2020).

Pemeriksaan atau klarifikasi pihak manajemen RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan, dalam kasus kematian ARD dengan calon bayinya beberapa waktu lalu.

Namun, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Daeng Radja Bulukumba tidak memenuhi undangan klarifikasi itu.

Kuasa hukum RSUD Bulukumba, Ahmad Kurniawan meminta pemeriksaan klarifikasi diundur.

“Kami minta undangan klarifikasinya direschedule,” kata Ahmad Kurniawan, Rabu (10/9/2020).

Menurut dia, penundaan pemeriksaan klarifikasi dalam kasus itu lantaran bertepatan dengan agenda rapat melalui virtual. Agenda rapat itu merupakan pembahasan dana alokasi daerah (DAK).

“Ada agenda lain yang tidak bisa diwakili. Sehingga pemeriksaan klarifikasi diminta diundur,” jelasnya.

Baca Juga:  Banjir di Kota Bulukumba, Sekitar Lapas Taccorong Terparah

Sementara, Kanit Tindak Pidana Tertentu Aipda Ahmad Fatir, mengaku telah menerima konfirmasi dari pihak Manajemen RSUD Bulukumba.

“Kami sudah konfirmasi yang bersangkutan tidak bisa menghadiri panggilan klarifikasi,” ucap Fatir.

Fatir mengatakan sementara ini penyidik kembali menjadwalkan klarifikasi Direktur Rumah Sakit Bulukumba, dr Rajab.

“Mungkin jadwalnya undangan klarifikasi pada Selasa (15/10/2020),” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, ARD warga Kelurahan Ela-Ela, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal dunia bersama calon bayinya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba, pada 6 Agustus 2020 lalu.

Orang tua korban, Andi Haris Ishak, mengisahkan anaknya sebelum meninggal dunia berserta sang cucu. Andi Rasti Dwi Rahayu terlebih dahulu memeriksa kandungannya di Klinik Yasira, Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Gantarang.

Baca Juga:  Kejar Tayang, Jalan Aspal Rp1,9 Miliar di Bulukumba Rusak

“Pertama periksa di Klinik Yasira karena sudah ingin melahirkan, tapi jawaban yang kami terima dari Klinik jika harus segera mungkin di rujuk ke rumah sakit,” kata Andi Haris Ishak kepada sejumlah media saat jumpa pers di kediamannya, Selasa (11/8/2020).

Andi Haris Ishak menjelaskan usai anaknya di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Daeng Radja Bulukumba. Pihaknya lalu membawa Andi Rasti Dwi Rahayu di ruang bersaling.

Dalam ruang bersaling itu, kata Haris Ishak, pihak perawat maupun dokter dari Rumah Sakit meninggalkan keluarganya begitu saja. Tanpa korban dan keluarga mendapat perlakuan khusus.

“Sampai pagi tidak ada yang perlakuan khusus yang didapat keluarga saya,” ungkapnya.

 

REPORTER: Alfareza

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template