Home / HUKUM

Kamis, 15 Juli 2021 - 12:23 WIB

Kasus BOK di Limpahkan Pengadilan, Oknum Legislator Aktif Diduga Terlibat

ILUSTRASI

ILUSTRASI

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Kasus korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Bulukumba tahun 2019 yang merugikan negara senilai Rp 13,4 miliar telah di limpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Thirta Massaguni, Selasa, 13/7/2021.

“Sudah kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Makassar berkas perkara empat terdakwa,” katanya.

Namun, Andi Thirta Massaguni belum mengetahui jadwal sidang perdana kasus yang menyeret empat orang terdakwa, salah satunya merupakan mantan pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, Andi Ade Ariyadi.

“Bisa saja jadwal sidang ditetapkan sepekan setelah pelimpahan,” bebernya.

Kuasa hukum Ernawati, Muh Syahban Munawir kepada awak media mengatakan jika kliennya telah siap menghadapi proses persidangan di PN Tipikor Makassar.

Baca Juga:  Kantor Dinsos Bulukumba Diserang Geng Motor, Begini Kronologinya

Ia juga menyampaikan jika kliennya juga akan menyebut beberapa nama yang ikut menerima aliran dana BOK tersebut pada persidangan nantinya

“Alhamdulillah klien kami masih dalam kondisi sehat. Ernawati siap memberikan keterangan terkait aliran dana BOK Bulukumba. Ada banyak nama, nanti dipersidangkan akan kami ungkap biar mereka semua dipanggil dan memberikan keterangan di persidangan”, ucap Awi Sapaannya.

Awi menyebutkan salah satu penerima aliran dana korupsi BOK Dinas Kesehatan Bulukumba, yakni oknum anggota DPRD Sulsel priode 2019-2024. Sekaligus putra mahkota mantan Bupati Bulukumba.

Selain legislator aktif tersebut, kata Awi keterlibatan mantan Bupati Bulukumba juga bakal disebut oleh Ernawati. Mantan bupati dua priode itu juga ikut menikmati aliran dana korupsi BOK Dinas Kesehatan.

“Sebenarnya ini sudah disampaikan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap klien kami di penyidik. Dan ini akan kami ungkap kembali pada persidangan nantinya, Ernawati akan memberikan keterangan itu,” tegas mantan aktivis ini.

Baca Juga:  Pemerintah Ungkap Kelangkaan Pupuk di Bulukumba Karena Subsidi Menurun

Menurutnya, Ernawati hanya pelaksana teknis dalam proses pencarian anggaran BOK. Sementara itu, ada oknum yang dianggap perannya lebih sentral dalam lenyapnya belasan miliar uang negara tersebut.

“Kan klien kami cuma Kasubag Keuangan, dia tahunya cuma mencairkan. Apa lagi ini kerugian negara sangat besar jadi mustahil kalau tidak ada oknum lain selain ke empat tersangka yang turut menikmati aliran BOK,” terang Awi.

Terdapat beberapa nama-nama oknum yang akan disebut pada persidangan nantinya, Awi berharap agar nama-nama itu juga dipanggil untuk dipersidangkan.

“Ada banyak nama, nanti dipersidangkan akan kami ungkap biar mereka semua dipanggil dan memberikan keterangan di persidangan,” pungkasnya.

Penulis: IKM

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polisi Ringkus Kompolotan Pencuri Spesialis Hewan Ternak di Bulukumba

HUKUM

AMPH Desak Pimpinan Bank Sulselbar Transparan Soal Kredit Fiktif 

HUKUM

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiaya Anggota TNI, Dua Lagi DPO

HUKUM

Polisi Ringkus Pencuri Sepeda Motor yang Kerap Beraksi di Bulukumba

HUKUM

Pelaku Penganiayaan Anggota TNI di Limpahkan ke Kejari Bulukumba

HUKUM

Kasubag Keuangan Dinkes Ditetapkan Sebagai Tersangka BOK

HUKUM

Miliki 20 Gram Sabu, Guru SMP Asal Jeneponto Tertangkap di Makassar

HUKUM

Korupsi BOK Dinkes Bulukumba, Praktisi Hukum: Kita Lihat Endingnya