Home / NEWS

Rabu, 19 Agustus 2020 - 14:31 WIB

Kasus Bansos Covid-19 Bulukumba Berakhir Tanpa Tersangka? Begini Kata Polisi

Kanit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali

Kanit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Tumpukan uang terlihat di Polres kabupaten Bulukumba pada, Jumat (14/8/2020) lalu. Uang dengan jumlah sekitar Rp 344.311.900 juta itu merupakan pengembalian atas kerugian negara dari dua rekanan Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (Bansos) kepada warga terdampak Covid-19 di Bulukumba.

Pengembalian dana ratusan juta tersebut disaksikan langsung Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Bulukumba.

Dua rekanan Dinas Sosial Bulukumba diantaranya CV Hidayat (Fajar Utama) milik HM (Inisial) dan CV Blits Farm milik SP (Inisial).

Dimana, CV Hidayat menyediakan mie instan atau indomie, gula maupun minyak kelapa. Sementara CV Blits Farm penyedia telur ayam.

Kanit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali, mengaku, pihaknya telah menerima bukti pengembalian dana tersebut ke Bank Sulselbar (BPD).

Baca Juga:  Bulukumba Berstatus Waspada Cuaca Buruk, BPBD Tingkatkan Pengawasan

“Jumat kemarin dikembalikan oleh rekanan sebagai penyedia barang,” ucap Ipda Muhammad Ali di Mapolres Bulukumba, Rabu (19/8/2020).

Kata Ali, jumlah dana dikembalikan oleh CV Hidayat (Fajar Utama) sebesar Rp 308.819.400 juta. Sedangkan CV Blits Farm sebesar Rp 35.512.500 juta.

Meski telah melakukan pengembalian, hasil audit pihak Inspektorat Bulukumba tetap berdalih tidak menemukan adanya kerugian negara pada kasus Bansos Covid-19 ini.

Lantas dengan pengembalian anggaran Rp 344.311.900 juta ini, apakah kasus dugaan penyalahgunaan anggaran ini berhenti dalam proses hukum, atau berakhir tanpa tersangka?.

Tipikor Polres Bulukumba Tunggu Konfirmasi Polda

Seperti diketahui, sebelum pengembalian anggaran oleh dua rekanan Dinsos Bulukumba tersebut (CV Hidayat/Fajar Utama dan CV Blits Farm), Unit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi kuat.

Baca Juga:  Soal Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 Bulukumba, Pemerhati Hukum: Bisa Diproses Lanjut

Hasil dari pemeriksaan tersebut menemukan kelebihan pembayaran (kerugian negara) sebesar Rp 344.311.900 juta, hingga akhirnya dikembalikan rekanan dan masuk ke kas negara.

Tipikor Polres Bulukumba menegaskan proses hukum dari kasus dugaan korupsi Bansos Covid-19 di Dinsos Bukukumba ini masih berlanjut dengan terus melakukan gelar perkara.

“Terkait layak tidaknya kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan. Terkait waktu dan tempatnya Polres Bulukumba masih sementara menunggu konfirmasi dari Polda Sulsel,” sebut Muhammad Ali.

Selain itu, Unit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba kembali melakukan persuratan kepada pihak auditor Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tadi kami kembali menyurat ke BPKP untuk kembali audit,” jelasnya.

REPORTER: Alfareza
EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

NEWS

Alhamdulillah, 138 Warga Tambangan Kajang Terima BLT

NEWS

PKK Bantaeng Dorong Produksi Mi Rumput Laut

NEWS

[VIDEO] Isak Tangis Iringi Pemakaman YW, Kasus Kematian Pertama Covid-19 di Bulukumba

NEWS

Satu WN Afganistan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Makassar

NEWS

Dibangun di Era Patabai, Pasar Sentral Bulukumba Akan Direnovasi Andi Utta

NEWS

Polisi Masih Buru Tiga Pelaku Pengeroyokan Petugas Dishub Bulukumba

NEWS

Koordinator Roemah Djoeang AIA Harap HUT Bulukumba Jadi Momentum Saling Bersinergi

NEWS

Pembayaran Insentif Nakes RSUD Besar, Kadinkes: Kita Harus Adil