Home / HUKUM

Rabu, 24 Maret 2021 - 14:38 WIB

Kadis PUTR Bulukumba Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Nurdin Abdullah

Kadis PUTR Bulukumba, Rudy Ramlan berfoto bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Kadis PUTR Bulukumba, Rudy Ramlan berfoto bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 4 orang saksi terkait kasus Korupsi/Suap Gubernur Sulawesi Selatan non-aktif, Nurdin Abdullah.

Keempat orang yang dipanggil yakni Fery Tandriady, John Theodore dan Andi Indar sebagai pihak swasta dan Kepala Dinas Penataan Ruang (PUTR) Bulukumba, Rudy Ramlan.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NA (Nurdin Abdullah),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Keempatnya akan diperiksa terkait kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav. 4 Setiabudi, Jakarta Selatan,” ucap Ali.

Baca Juga:  Pegawai Rumah Sakit Tewas Dibacok Secara Membabi Buta di Bulukumba

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Nurdin Abdullah dan dua tersangka lain yaitu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel Edy Rahmat dan kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp 2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta.

Kemudian, Februari 202, Nurdin melalui ajudan-nya bernama Samsul Bahri diduga menerima uang Rp 1 miliar dan Rp 2,2 miliar.

Baca Juga:  Korupsi Kapal 30GT Disidang, KOPEL Desak Pimpinan DPRD Berhentikan Sementara Muh Sabir

Atas perbuatannya, Nurdin dan Edy sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, sebagai pihak pemberi, Agung disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

HUKUM

Berstatus Terlapor di Dua Polres, Polsek Ujungloe Pilih Lepas Pelaku

DAERAH

Hanya Lengah Sebentar, ABG di Bulukumba Ini Gasak HP Tetangganya

HUKUM

LBH Panrita Lopi Soroti Lambannya Penanganan Korupsi BOK Dinkes

HUKUM

Guru Cabuli Muridnya Saat Sedang Belajar Mengaji

HUKUM

Dua Mobil Mewah Tersangka Kredit Fiktif Disita Kejati Sulsel

DAERAH

FOTO: Duduk Melantai, Cara Kapolres Bulukumba Lakukan Persuasif Kepada Demonstran

HUKUM

Polisi Ringkus Pencuri Sepeda Motor yang Kerap Beraksi di Bulukumba

HUKUM

Kejahatan Makin Marak, Berikut Catatan Kriminal di Wilayah Polsek Ujung Bulu