Home / KABAR PARLEMEN

Senin, 31 Agustus 2020 - 14:52 WIB

Jembatan Bialo Bulukumba Sulit Jadi Ikon Peninggalan Sukri-Tomy

Anggota Komisi C, Pasakai [Humas DPRD Bulukumba]

Anggota Komisi C, Pasakai [Humas DPRD Bulukumba]

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Pembangunan jembatan di muara Sungai Bialo Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, dipastikan tak rampung di masa pemerintahan A.M Sukri Sappewali-Tomy Satria Yulianto (Sukri-Tomy).

Padahal proyek tersebut digadang-gadang bakal menjadi bangunan monumental peninggalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba dibawa kendali Sukri-Tomy.

Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, menyebutkan jika proyek pembangunan jembatan Sungai Bialo yang terletak di muara Sungai Bialo sulit diselesaikan.

Anggota Komisi C, Pasakai mengatakan jika anggaran yang seharusnya digelontorkan untuk pembangunan jembatan ditahun ini sebesar Rp30 Miliar tidak mampu direalisasikan.

“Tidak bisa selesai. Yang terakhir ini kan ada anggarannya, tapi karena covid jadi anggarannya dialihkan,” jelas Pasakai, Senin, 31 Agustus 2020.

Meskipun dianggarkan, lanjut Pasakai, anggaran yang dialokasikan Pemkab sebesar Rp30 miliar tersebut belum termasuk pembangunan jalan dan tanggul. Sehingga akan sulit dicapai.

“Kita semua mau kalau itu jadi, jalan dan jembatannya, tanggulnya juga jadi. Tapi itu tidak bisa diselesaikan ditahun ini ataupun sampai 2021,” jelas Legislator PKS ini.

Baca Juga:  Pemerintah dan DPRD Bulukumba Paripurna Penetapan Ranperda APBD 2021

Sekedar diketahui, jembatan tersebut mulai dibangun sejak tahun 2017, dengan anggaran Rp10,5 miliar untuk pembangunan pondasi jembatan. Ditahap II, Jembatan Bialo kembali mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 9 Miliar.

Kemudian dalam prosesnya, pembangunan jembatan yang bakal menghubungkan Kampong Nipa ke Jalan Menara tersebut, sempat ditunda.

Penundaan pembangunan jembatan diduga karena terkena dampak rasionalisasi anggaran akibat defisit yang menimpa keuangan Bulukumba saat itu. Polisi juga sempat menelusuri adanya dugaan kekurangan volume dalam proses pembangunan jembatan tersebut.

Komisi C DPRD Bulukumba juga telah melakukan peninjauan di lokasi pembangunan. Mereka menilai pembangunan lanjutan Jembatan Bialo masih membutuhkan pola perbaikan perencanaan.

Di mana beberapa aspek yang berpotensi mengganggu bangunan jembatan tidak dipikirkan pemerintah, salah satunya antisipasi terjadinya abrasi dan status lahan yang telah dibangun badan jembatan.

“Jembatan Bialo bisa dilanjutkan asalkan sistem perencanaannya bisa dibenahi kembali. DPRD akan support asalkan perencanaan yang dilakukan bisa lebih baik dan tidak terkesan asal kerja,” kata Legislator PDIP Bulukumba Zulkifli Saiye, saat melakukan kunjungan November 2019 lalu.

Baca Juga:  Hari HAM Sedunia, Ketua DPRD Bulukumba Ajak Saling Menghormati

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulukumba, Rudy Ramlan yang dikonfirmasi mengaku jika untuk kelanjutan pembangunan Jembatan Bialo masih dikoordinasikan dengan TAPD.

“Untuk kelanjutan pembamgunan jembatan bialo tahun ini kami masih mengkoordinasikan dengan TAPD karena anggaran kelanjutan pembamgunan Jembatan Bialo termasuk dalam rasionalisasi penganggaran Covid-19,” ucapnya.

Saat ini, sambung Rudy. Pihaknya masih menunggu hasil perhitungan anggaran perubahan yang dilakukan TAPD. Jika pada perhitungan tersediah dalam dokumen anggaran perubahan 2020 sebesar Rp29 miliar.

“Maka pekerjaan jembatan tersebut akan kita lanjutkan tahun ini, tapi jika tidak tersedia pada anggaran perubahan, kita akan ajukan kembali pada APBD Pokok 2021,” ujarnya.

Menurut Rudy, jika pekerjaan Jembatan Bialo sesuai dengan perencanaan. Maka pekerjaan tersebut akan memakan waktu pekerjaan pembangunan jembatan selama 7 hingga 8 bulan.

“Apalagi jembatan itu hanya bisa dilanjutkan pekerjaannya jika pembangunan tanggul pantai merpati juga telah selesai dilaksanakan oleh Dinas PSDA,” pungkasnya.

EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

KABAR PARLEMEN

Apresiasi PAD Pariwisata Bulukumba, Dewan Sebut Masih Bisa Lebih Maksimal

KABAR PARLEMEN

Atasi Pungli di Pasar Sentral,  Anggota DPRD Bulukumba Lakukan Reses

KABAR PARLEMEN

Hari Guru Nasional, Ketua DPRD Bulukumba: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KABAR PARLEMEN

Perjuangkan Hak Disabilitas, DPRD Bulukumba Intens Sosialisasi

KABAR PARLEMEN

Konsultasi Potensi Wisata, 25 Legislator Kota Bau-bau Berkunjung ke DPRD Bulukumba

KABAR PARLEMEN

Fraksi PKB Sebut DPRD Sudah Biasa di PHP Pemerintah

KABAR PARLEMEN

Memasuki Anggaran Perubahan, DPRD Bulukumba Rutin Evaluasi OPD

KABAR PARLEMEN

Bahas APBD Pokok 2021, DPRD Bulukumba Koordinasi Bersama Dinas PUTR
error: Content is protected !!