Home / NEWS

Selasa, 15 Desember 2020 - 12:49 WIB

Isu Pupuk Langka, Produksi Pertanian di Bantaeng Mala Meningkat Sepanjang 2020

Ilustrasi

Ilustrasi

BANTAENG, KUMANIKA.com– Produksi pertanian di Kabupaten Bantaeng mengalami peningkatan sepanjang 2020 jika dibanding dengan produksi pertanian sepanjang 2019. Hasil produksi pertanian ini sekaligus membantah isu kelangkaan pupuk yang terjadi di Bantaeng.

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng menyebutkan produksi pertanian padi di Bantaeng meningkat sebesar 3,22 persen. Rata-rata lahan pertanian di Bantaeng bisa memproduksi 52,40 kwintal padi per hektare pada 2020. Pada tahun sebelumnya, produksi pertanian di Bantaeng hanya berada pada angka 50,76 per hektare. Selengkapnya, lihat grafis.

“Dari data ini, lahan pertanian di Bantaeng tetap subur. Buktinya, rata-rata produksi padi per hektare meningkat,” jelas Kepala Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Bantaeng, Nursalam.

Dia menambahkan, data ini pula sekaligus membantah terjadinya kelangkaan pupuk di Bantaeng. Secara fakta, lahan pertanian di Bantaeng mengalami kenaikan produksi. Jika terjadi kelangkaan pupuk, seharusnya lahan pertanian di Bantaeng mengalami penurunan produksi per hektare nya.

Baca Juga:  Pemkab Bulukumba Sebar 4000 Pohon di Tiga Kecamatan

Dia juga mengakui di beberapa kecamatan sempat mengalami penurunan jumlah luas tanam. Hal ini akibat banjir dan musim kemarau. Dampaknya, ada sekitar 0,34 persen potensi produksi pertanian yang tergerus. Dampak banjir terhadap jumlah luas tanam terasa di di Kecamatan Bissappu dan Bantaeng. Sedangkan dampak kemarau terasa di Kecamatan Pa’jukukang dan Gantarangkeke.

“Bissappu dan Bantaeng karena dampak tanggul cekdam jebol, dan dampak perubahan iklim curah hujan cukup rendah di kecamatan pajukukang dan gantarangkeke sehingga ada penurunan luas tanam,” jelas dia.

Hal yang sama juga berlaku untuk tanaman jagung. Dia mengatakan, produksi pertanian jagung di Bantaeng juga ikut meningkat. Setiap lahan pertanian di Bantaeng mengalami peningkatan produksi tanaman jagung 60,76 kwintal per hektare tahun ini. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya berada pada angka 59,60 kwintal per hektare.

Baca Juga:  Stop Generasi Balita Pendek, Pemkab Bantaeng Gelar Rembuk Stunting

“Artinya, lahan pertanian jagung di Bantaeng tetap mengalami peningkatan produksi,” jelas dia.

Sayangnya, luas tanam lahan pertanian jagung di Bantaeng juga ikut mengalami penurunan tahun ini. Dari total 27, 297 hektare pada 2019 menjadi 25,584 hektare pada 2020.

“Luas pertanaman jagung 2020 dibanding 2019 mengalami penurunan karena ada alih komoditi ke tanaman kacang, tanah dan kacang hijau khususnya pertanaman jagung dilahan sawah pada MT agustus, september , oktober. Sehingga tahun 2020 luas pertanaman kacang tanah dan kacang hijau meningkat,” kata anggota Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) ini.

Share :

Baca Juga

NEWS

Disebut Belum Move on, FG: Eks Jubir Pilkada Harus Sadar Diri

NEWS

Takjil Istimewa Dari Istri Asri Jaya Untuk Masyarakat Bulukumba

NEWS

FOTO: Tumpukan Sampah di Area Pasar Sentral Bulukumba

NEWS

Cegah Banjir Bandang, Pemkab Bantaeng Bahas Solusi Bersama BBWSPJ

NEWS

AM Sukri Ajak Bupati-Wabup Terpilih Tiru Kesetiaan Dirinya Bersama TSY

NEWS

Rp100 Juta Anggaran Broadwalk Titik Nol Tenggelam Disapu Ombak

NEWS

Klinik Nurhintama Hadir Untuk Memudahkan Masyarakat Mendapatkan Layanan Kesehatan

NEWS

Dinas Lingkungan Hidup Sebut Dokumen Proyek Jembatan Bialo Sudah Rampung