Home / NEWS

Sabtu, 12 Desember 2020 - 16:10 WIB

Ibu Hamil Ditolak 5 Rumah Sakit di Makassar Hingga Meninggal, RSUD Bulukumba Angkat Bicara

BULUKUMBA, KUMANIKA.com–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba angkat bicara terkait kejadian yang menimpa seorang ibu hamil berinisial H, warga Bulukumba yang ditolak beberapa rumah sakit di Kota Makassar hingga meninggal dunia.

Klarifikasi tersebut disampaikan melalui konferensi pers di Aula RSUD Bulukumba oleh Direktur RSUD Bulukumba dr Rizal bersama Kepala Dinas Kesehatan dr Wahyuni.

Pada kesempatan itu, hadir pula Kepala Puskesmas Bontobangun Kecamatan Rilau Ale dr Marwah dan turut mendampingi konsultan hukum RSUD Bulukumba, AK dan rekan.

“Ibu ini kondisinya sedang mengalami kegawatdaruratan masuk di Puskesmas Bontobangun. Puskesmas tetap memberikan pelayanan dan tetap berkomunikasi dengan rumah sakit Bulukumba,” kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Wahyuni.

Hanya saja kata dia, memang pada situasi tertentu, karena kondisinya keracunan kehamilan sehingga mengharuskan tindakan segera.

Baca Juga:  Kepesertaan JKN di Kabupaten Bulukumba Masih Rendah

“Sementara saat itu kondisi di rumah sakit ada petugas di kamar operasi yang terkonfirmasi positif covid-19, sehingga pada hari itu pelayanan kamar operasi ditutup sementara sambil menunggu di sterilkan,” jelasnya.

Karena kondisinya dibutuhkan penanganan segera, pihak puskesmas langsung membawa segera ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini rumah sakit Bantaeng.

Namun saat itu, rumah sakit Bantaeng juga kondisinya pasien penuh, sehingga Puskesmas merujuk untuk dibawa sampai ke Makassar.

Sementara itu, Direktur RSUD Bulukumba, dr Rizal mengaku pihaknya hanya mampu memberikan klarifikasi saat pasien dibawa ke rumah sakit Bantaeng.

“Kami terbatas hanya sampai ke Bantaeng. Untuk di makassar kami tidak tahu menahu lagi. Kejadian ini kan kasusnya emergency dan tidak membutuhkan Sistem Rujukan Terpadu (Sisrud),” urainya.

Menurutnya, Rumah sakit yang menolak pasien tersebut merupakan kewenangan Dinas Kesehatan Provinsi untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Libur Panjang, Tempat Wisata Jadi Sasaran Operasi Yustisi di Bantaeng

Sebelumnya, kejadian yang dialami H, wanita hamil yang hendak melahirkan namun kenyataannya ditolak 5 rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Harusnya, H bisa melahirkan dengan bantuan petugas medis yang menolongnya namun nahas malah ditolak pihak rumah sakit di Makassar, Rabu (9/12/2020).

Seorang kerabat almarhumah menyebut, pada Kamis (10/12/2020) rumah sakit yang dimaksud adalah RS Labuang Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia.

Sesampainya di RSUP Wahidin, H sempat mendapat perawatan medis namun sudah tak kuat hingga meninggal dunia. Ironisnya, jabang bayi yang dikandung H juga tidak dapat diselamatkan.

“Pukul 17.28 Wita ke RS Labuang Baji tapi ditolak karena tidak ada hasil rapid test. Pukul 18.22 Wita di RS Kartini, tidak ada ICU. Pukul 19.00 Wita di RS Ananda, ruang ICU sedang disterilkan,” jelas kerabat pasien, Faisal, Kamis (10/12/2020).

Share :

Baca Juga

NEWS

Jelang Pilkada 2020, Kanit Binmas Polsek Kajang Jalin Kemitraan dengan Warga

DAERAH

Pernah Kontak Dengan Arif Budiman, Ketua KPU Bulukumba Sarankan Anggotanya Isolasi Mandiri

DAERAH

Jangan Anggap Remeh, Positif Covid-19 Sudah 3 yang Meninggal di Bulukumba

NEWS

KKB Mamuju Nilai Pemerintah Lamban Respon Warga Bulukumba Terdampak Gempa Sulbar

NEWS

Kantor Bupati Bulukumba Terlihat Kotor, Andi Utta: Bagaimana Aparat Bisa Nyaman Bekerja

DAERAH

Sama-sama Suka, Duda 60 Tahun di Sulsel Nikahi Gadis 21 Tahun

HEADLINE

BLT Dana Desa: Diperpanjang Sampai September, Tapi Dipangkas Jadi Rp 300 Ribu

NEWS

Sidak, Wabup Bulukumba Hanya Temukan 40 Persen ASN Berkantor