Home / DAERAH / HEADLINE

Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:12 WIB

Ibu dan Calon Bayinya Meninggal di RSUD Bulukumba, Keluarga Sebut Terlambat Ditangani Medis

RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba

RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Publik di kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan dihebohkan dengan viralnya seorang Ibu dan calon Bayinya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba, Selasa (11/8/2020).

Kasus ini menjadi viral dan ramai dibahas warga setelah ayah dari kasus kematian Ibu dan Anak ini, Andi Haris Ishak angkat bicara dan membeberkan kronologi kejadian yang meregang nyawa anaknya sekaligus calon cucunya tersebut.

Kepada Kumanika.com, Andi Haris Ishak menilai kejadian tersebut tak lepas dari lambatnya pihak Rumah Sakit menangani pasien.

Dia menceritakan, anaknya ARD (Inisial) saat itu sedang hamil besar. Pada kamis, 6 agustus 2020, ia bersama keluarga lalu berangkat ke klinik Yasira untuk diperiksa.

Kandungan korban oleh pihak klinik dinilai telah lewat masa untuk melahirkan. ARD lalu dirujuk ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut. Malam harinya, keluarga membawa korban dan tempatkan di ruang bersalin.

Baca Juga:  Pemerintah Ungkap Kelangkaan Pupuk di Bulukumba Karena Subsidi Menurun

Sayangnya kata Andi Haris, pihak RSUD meninggalkan korban bersama keluarga tanpa ada penangan medis hingga pagi hari.

“Keesokan harinya pada Jumat 7 Agustus, anakku didatangi oleh bidan dan diinduksi. Artinya mau dikasih hamil normal sementara kandungan sudah lewat harinya,” kata Andi Haris, Selasa (11/8/2020).

Selanjutnya, sambung dia, terjadi kepanikan di ruang bersalin. Suami korban yang menemani di ruang bersalin berteriak panik.

“Barulah datang dokter Rizal dengan pakaian yang tidak sepantasnya sebagai dokter yang akan menangani pasien saat darurat, dan juga sambil main hape,” terang Andi Haris.

Baca Juga:  Andi Makkasau Kembali Nahkodai KONI Bulukumba

Naasnya, tak berselang lama, korban meninggal dunia. Bayi yang ada dalam kandungan saat itu disebutkan masih hidup.

Namun tak ada penanganan khusus untuk segera dikeluarkan hingga akhirnya juga meninggal dunia. Andi Haris lalu menyayangkan pelayanan yang diberikan rumah sakit.

“Suami anak saya meminta agar anaknya diselamatkan. Tapi dia mendengar jawaban yang tidak pantas. Apakah kamu rela istrimu dioperasi, begitu kata dokternya,” jelas Andi Haris.

Terpisah, Direktur RSUD Bulukumba, dr. Abdur Rajab yang dikonfirmasi mengaku sudah dilakukan audit atas insiden yang terjadi tersebut.

“Agak sulit memang kalau kondisinya begitu, karena ibunya kan sudah bermasalah. Sudah kami tindaki, dan itu merupakan Kejadian Luar Biasa,” papar dr Rajab.

REPORTER: Sahi Alkhudri
EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

DAERAH

Petugas Gabungan Sidak Lapas Kelas II A Bulukumba

DAERAH

Belum Zona Hijau, Bupati Bulukumba Sudah Bolehkan Keramaian di Lapangan Pemuda

DAERAH

Pemkab Bantaeng Jajaki Kerja Sama BPBL Ambon untuk Tingkatkan Pendapatan Nelayan

DAERAH

Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Diharapkan Tingkatkan Wawasan

DAERAH

Info Covid-19 Bulukumba, Positif Bertambah 3 Orang

DAERAH

Lepas BKO Tanggap Darurat, Bupati Bantaeng: Sinergitas Harus Terus Terjaga

DAERAH

Sembilan Nakes di Kabupaten Bantaeng Terpapar Covid-19

DAERAH

[VIDEO] Belum Sepekan Dibuka Kembali, Wisata Titik Nol di Bulukumba Ambruk
error: Content is protected !!