Home / NEWS

Kamis, 14 Januari 2021 - 12:36 WIB

Hidup Sebatang Kara Dirumah Tua, Nenek Sattima Tidak Terakomodir Dalam Bantuan Sosial

Nenek Sattima

Nenek Sattima

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Nenek Sattima warga Dusun Palipungan, Desa Baji Minasa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, hidup sebatang kara di rumah tuanya.

Usia Nenek Sattima diperkirakan sekitar 104 tahun. Ia merupakan saksi sejumlah peristiwa zaman Hindia-Belanda dan semasa hidupnya melakoni profesi sebagai guru mengaji tradisional.

Meski hidup sebatang kara dirumah tua dari kayu, Nenek Sattima luput dari bantuan Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba di semua program bantuan.

Kepala Dinas Sosial Bulukumba, Syarifuddin, saat dikonfirmasi Kumanika.com, membenarkan jika Nenek Sattima tidak masuk dalam bantuan sosial.

“Ia benar tidak masuk,” singkatnya, Kamis, 14 Januari 2021. Ia juga tidak memberikan tanggapan apakah nenek Sattima akan masuk pantaun ataupun tidak.

Baca Juga:  Pejabatnya Jadi Tersangka Korupsi, Bupati: Biarkan Penegak Hukum Membuktikan

Nenek Sattima diketahui memiliki dua orang putra Aci dan Aco, hanya saja mereka harus merantau ke negeri seberang karena tuntutan ekonomi.

Putranya yang bernama Aci merantau ke Kalimantan, sedangkan Aco tengah mengadu nasib di Malaysia. Keduanya pun telah memikili keluarga masing-masing.

Nenek Sattima mengungkapkan bahwa kedua putranya itu kadang mengirimkan uang. Walau tak banyak, ia bersyukur dan tetap merasa bangga.

Saat disambangi pada Minggu 10 Januari 2021, tampak jelas kondisinya yang begitu memprihatinkan. Huniannya saat ini hanya beralaskan tanah dan atap yang sudah bocor.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan, Kunjungan Wisata Pantai Tanjung Bira Meningkat Signifikan

Ia menjalani kesehariannya di gubuk tua itu. Sejauh ini ia mengakui pernah mendapat bantuan, salah satunya dari pihak BAZNAS Bulukumba.

Ia pun bercerita banyak tentang kesulitannya terkait kebutuhan makanan dan juga kerinduannya yang sangat dalam terhadap kedua putranya.

Ketika tak ada satupun makanan yang bisa menjanggal perutnya saat merasa lapar ia kerapkali melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.

Adapun salah satu impian nenek Sattima yang mengharukan sebelum menutup usia, ia sangat mendambakan sebuah hunian yang layak.

“Saya ingin punya rumah yang layak sebelum meninggal,” kata Sattima menyampaikan impian sederhananya itu.

Reporter: NDA

Share :

Baca Juga

NEWS

14 Cabor Siap Dipertandingkan di Bulukumba, Dispora Siapkan Pembenahan Venue

NEWS

Kisah Anggota Dishub Bulukumba Dikeroyok “Preman” Pengantar Jenazah

NEWS

AIA Minta Tim Roemah Djoeang Tetap Jalin Komunikasi

DAERAH

HUT RI ke 75, 173 Napi Lapas Kelas II A Bulukumba Dapat Remisi

DAERAH

DPRD Bulukumba Satu-satunya Daerah di Sulsel Terintegrasi JDIH

NEWS

KNPI Bulukumba Galang Bantuan untuk Sulbar

DAERAH

Kembali Kepung DPRD Bulukumba, Massa Desak Dewan Kompak Tolak UU Cipta Kerja

NEWS

Aipda Suleman Sambangi Warga, Jaga Sitkamtibmas Jelang Pilkada dan Sosialisasi Protokol Kesehatan
error: Content is protected !!