Home / NEWS

Kamis, 22 April 2021 - 20:32 WIB

Hari Kartini, Aktivis Perempuan Ini Ingatkan Pemerintah Minimalisir Kekerasan Perempuan

Hari Kartini, Aktivis Perempuan Ini Ingatkan Pemkab Bulukumba Minimalisir Kekerasan Perempuan

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Hari Kartini jatuh setiap tanggal 21 April, dimana hari tersebut merupakan perayaan hari tokoh emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini.

“Sebenarnya kalo untuk perempuan di Bulukumba sekarang relatif sudah semakin maju dalam hal pemikiran. Juga telah paham sedikit banyaknya peran dan fungsinya dalam rumah tangga, peran sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai penyokong ekonomi keluarga, saya pikir itu sudah mulai bagus di Bulukumba,” ujar Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Majelis Daerah KAHMI Bulukumba, A. Syahruni Aryanti.

Sekarang, kata dia, tinggal dimaksimalkan lagi. Seperti kebijakan pemerintah Kabupaten Bulukumba, kalo bisa memang responsif terhadap isu-isu perempuan, misalnya dalam isu kekerasan yang masih sangat banyak di Bulukumba.

Baca Juga:  Mengadopsi Semangat Kartini, Untuk Ekonomi Kreatif

Dia berpandangan pemerintah harus lebih peduli terhadap hal-hal seperti itu, karena di Sulawesi Selatan (Sulsel), Bulukumba nomor urut dua kekerasan terhadap perempuan yang masih banyak terjadi. Belum lagi perdagangan perempuan yang cukup banyak di Bulukumba.

Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sulsel masih tergolong tinggi, khususnya Kabupaten Bulukumba menduduki urutan kedua, setelah kota Makassar di Urutan pertama.

“Pemerintah sekarang sebenarnya tugasnya banyak untuk bisa lebih peduli terhadap perempuan. Misalnya kalo secara ekonomi mereka sanggup menghidupi keluarganya tidak akan ada perdagangan perempuan, tidak ada kekerasan-kekerasan lagi di Bulukumba,” beber eks Aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar.

Menurutnya banyak terjadi kekerasan di Bulukumba yang tidak bisa di ekspose oleh pemerintah, dengan cara memberikan informasi dan secara terang ke publik. Karena dari sistem pendataan di bulukumba masih belum bagus.

Baca Juga:  TNI-Polri Bulukumba Siap Amankan Pilkada 2020

Sambil mengingat, Uni sapaan akrabnya mengatakan, dulu masih ada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A), yaitu tempat pengaduan jika ada kekerasan di dalam rumah tangga. karena kekerasan tidak cuma kekerasan fisik, ada kekerasan ekonomi, seksual, dan psikis. P2A itu yang sekarang tidak ada di bulukumba.

Mantan Jurnalis radio ini menegaskan untuk sekarang jika perempuan ingin mengadu, bisa langsung ke kantor polisi (Polres) karena terdapat Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA).

Informasi seperti itu yang menurutnya terlebih dahulu harus diinformasikan ke semua perempuan di Bulukumba.

“Pokoknya bagaimana caranya perempuan itu diminimalisir jumlah kekerasan yang terjadi tiap tahunnya, kalo bisa sampai tidak ada kekerasan lagi terhadap perempuan” tandasnya.:

Reporter: Devi

Share :

Baca Juga

DAERAH

Dilaporkan Tak Netral di Pilkada, Bupati Bulukumba Bilang Begini

DAERAH

Positif Covid-19 di Bulukumba Tembus 201 Kasus, Hanya Wilayah Bontobahari yang Zona Hijau

DAERAH

Legislator Minta Diliburkan, Sekwan: Biar Tidak Ada Libur, Mereka Tetap Libur

NEWS

Realistis, Kabupaten Bulukumba Target Lima Besar di Proprov XVII

NEWS

Memasuki Usia ke-18, Radio SPL Hadir Sebagai Mitra Masyarakat

NEWS

Tangani Covid-19, Pemkab Bulukumba Gelar Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi

DAERAH

Hasil Tracing Contact Gugus Covid-19 Bantaeng Kembali Konfirmasi 1 Kasus Baru

DAERAH

Lima Pasien Meninggal Covid-19 di Bulukumba Akan Dapat Santunan 15 Juta
error: Content is protected !!