Home / HEADLINE

Jumat, 26 Februari 2021 - 15:44 WIB

Harapan Guru Besar UIN Alauddin Terhadap Bupati Baru Bulukumba

Prof Abdul Rasyid

Prof Abdul Rasyid

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Nakhoda baru Kabupaten Bulukumba telah resmi dilantik, Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf kini menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba Periode 2021-2026, pada Jumat (26/2/2021).

Pergantian pemimpin, pastinya diiringi harapan untuk menjadi lebih baik. Guru Besar UIN Alauddin Makassar juga turut menaruh harapan untuk Bulukumba kedepan.

“Tentu kita sebagai masyarakat Bulukumba berharap agar Pemimpin baru Bulukumba dapat memenuhi janji-janji politiknya, merealisasikan program-programnya untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Profesor asal Desa Ara, Bulukumba, Abd. Rasyid Masri.

Ekonomi
Menurut Rasyid, pengentasan kemiskinan di desa terpencil yang ada di Bulukumba perlu dilakukan, membuat program-program yang secara perlahan bisa berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Ketersediaan lapangan kerja baru sangat diperlukan menurutnya, seperti lapangan kerja jika ada sarjana yang menganggur, terlebih yang terkena dampak Covid-19. Ketersediaan ini mampu menyentuh hingga ke desa-desa.

Pariwisata
Memiliki keberpihakan pada pembangunan sektor pariwisata adalah hal yang penting. Rasyid menilai, pengelolaan objek wisata yang dilakukan secara profesional akan menghasilkan PAD yang tinggi.

Baca Juga:  Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 Bulukumba Tambah 4 Kasus Baru dari Klaster Nakes dan ASN

“Pengelolaan pariwisata dengan tetap mengikuti perkembangan Pandemi Covid-19, menertibkan pemasukan yang bersifat liar juga sangat penting diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Rasyid.

Perikanan
Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menempati posisi pertama untuk produksi perikanan tangkap, dengan hasil 53.612 ton pada tahun 2015.

“Hal inilah yang juga perlu masuk dalam perhatian Pemda, membantu stimulus kepada nelayan agar capaian tahun 2015 terus mengalami peningkatan, dan mampu memberdayakan sumber daya perikanan secara optimal,” tutur mantan Dekan Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Pendidikan dan Kepemudaan
Pembangunan Sumber Daya Manusia menentukan pembangunan suatu daerah.

“Pemerintah sekarang diharapkan bisa berpihak terhadap pemuda dan pendidikan, seperti bebas biaya sekolah hingga SMA, adanya program beasiswa S1, S2 dan penyelesaian S3, seperti halnya di Jepang yang sangat memprioritaskan SDM dan pendidikan,” sebutnya.

Baca Juga:  Dewan: Rp 22 Miliar Anggaran Covid-19 Bulukumba Ngambang Kemana?

Infrastruktur
Rasyid mengatakan, Perbaikan infrastruktur, salah satu yang penting yaitu akses dari kota sampai desa, karena akses inilah yang akan mempercepat proses perputaran ekonomi.

Keagamaan
Pentingnya pembangunan dan pengembangan keagamaan dapat menyehatkan mental. Penganggaran untuk pembangunan masjid misalnya, karena selama ini hanya dilakukan secara swadaya masyarakat.

Rasyid berharap, nantinya ada program satu desa, satu hafiz atau satu ustadz yang bisa memanjukan desa tersebut.

Kebijakan Baru
Pemimpin baru identik dengan kebijakan baru sebuah daerah.

“Dengan adanya pemimpin baru Bulukumba diharapkan kebijakan baru yang mengedepankan profesionalitas, merekrut pegawai berdasarkan profesional kerja dan secara obyektif,” terang profesor yang juga aktif berbisnis ini.

Politik
“Dengan segala proses politik yang berjalan, kita tentu berharap agar Bupati dan Wakil Bupati tetap kompak, tetap mengedepankan kepentingan masyarakat Bulukumba hingga akhir,” tutup Rasyid Masri.

Reporter: Devi

Share :

Baca Juga

DAERAH

Sebelum Banjir, Akun Facebook ini Peringati Warga Bantaeng

DAERAH

Kadinkes Sulsel Sebut 12 Kabupaten Aman Covid-19, Berikut Daftarnya

DAERAH

Breaking News: Bantaeng Umumkan Kasus Lonjakan Positif Covid-19, Di Dominasi Nakes

DAERAH

Diringkus Polisi, Ini Wajah Pelaku Pembunuh Pegawai Rumah Sakit di Bulukumba

DAERAH

Minim Anggaran di Masa Pandemi Covid-19, Anggota DPRD Bulukumba Minta Diliburkan

DAERAH

Lima Pasien Meninggal Covid-19 di Bulukumba Akan Dapat Santunan 15 Juta

HEADLINE

BKPSDM Dapat Ultimatum, Bupati Bulukumba Beri Waktu 10 Hari Tindaklanjuti Rekomendasi KASN

DAERAH

Sambil Bakar Ban, Mahasiswa Bulukumba Teriakkan Tolak UU Cipta Kerja