Home / EKBIS

Senin, 7 Juni 2021 - 21:17 WIB

Gudang Bulog Bulukumba Melimpah,  Serapan Beras dan Gabah Petani Terhenti 

ILUSTRASI

ILUSTRASI

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Pasca panen para petani padi di Kabupaten Bulukumba tidak berdampak positif. Para petani bahkan harus menjerit lantaran serapan beras maupun gabah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Penyerapan beras maupun gabah petani di Kabupaten Bulukumba saat ini harus terhenti. Gudang penyimpanan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam kondisi penuh

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan dan Operasional Perum Bulog Cabang Bulukumba, Rajamuddin, Senin (7/6/2021). Ia menjelaskan jika gudang milik Bulog sudah terisi penuh sejak bulan lalu, sehingga penyerapan gabah dan beras miliki petani tidak dilakukan sementara.

“Iya gudang penuh sejak bulan lalu, jadi kami sudah tidak lagi menyerap gabah maupun beras milik petani,” beber Rajamuddin.

Ia mengatakan jika ada dua gudang milik Perum Bulog di Kabupaten Bulukumba. Satu berada di Kalimassang, Kelurahan Mariorennu dengan kapasitas tampungan 8.000 ton, dan satunya lagi di Desa Palambarae  Kecamatan Gantarang dengan jumlah tampungan 4.500 ton.

Baca Juga:  New Normal, Pengusaha Diminta Rekrut Pekerja yang di PHK

Rendahnya penyaluran beras, membuat gudang cepat penuh, apalagi produksi beras petani meningkat tahun ini. Apalagi setelah bansos dan rastra dialihkan ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun 2018, sumber beras tak lagi diambil dari Perum Bulog.

“Bisanya dua kali lipat dari sekarang kita bisa salurkan. Dulu itu kita yang nyari beras, sekarang tidak,” kata Rajamuddin.

Dengan tertutupnya penyerapan beras di Perum Bulog, maka diprediksi harga bakal membuat harga beras anjlok. Pasalnya, patokan harga yang selama ini dijadikan acuan adalah harga dari Perum Bulog.

“Ada andilnya terkait harga diluar. Patokan umum harga itu selalu ke Bulog. Kalau mereka tahu di Bulog sudah penuh pasti pasaran umum rendah,” beber Raja, sapaannya.

Baca Juga:  Kampung Ramadhan Resmi Dibuka, Ketua HIPMI: Dikerja Bukan Dicerita

“Yang bisa melakukan stabilisasi harga itu Bulog. Kalau di Bulog berhenti menyerap akan terjadi kondisi begini dan berkepanjangan,” tambahnya.

Kepala Cabang Perum Bulog Bulukumba, Ervina Sulaeha menambahkan, saat ini Perum Bulog mendistribusikan beras ke outlet binaannya. Itu bisa menyerap beras mulai dari 500 kilo sampai satu ton, setiap pekannya.

“Ritel dan distributor. Karena sementara permintaan juga lesu dan harga lagi turun. Kita juga tidak bisa ngapa-ngapain. Namun kita punya outlet binaan, ada sebanyak 20-an yang aktif saat ini,” jelasnya.

“Kita buat semacam toko pangan. Jadi toko kecil yang kita bina, kita masukkan barang disana, seperti beras, terigu, gula pasir, dan lainnya,” tambahnya.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

EKBIS

BI Siap Strategi Pemulihan Ekonomi Indonesia

EKBIS

Atasi Stunting, Bulog Bulukumba Kenalkan Produk Beras Fortivit

EKBIS

New Normal, Pengusaha Diminta Rekrut Pekerja yang di PHK

EKBIS

Kampung Ramadhan Resmi Dibuka, Ketua HIPMI: Dikerja Bukan Dicerita

EKBIS

Pekan Depan, NH Pembicara Pertumbuhan Ekonomi Bali

EKBIS

Skenario New Normal Ini Yang Sulit Dipenuhi Pengusaha

EKBIS

Siswa Belajar di Rumah, SPP Tetap Sama

EKBIS

Selain Dapat Pelatihan, Peserta PK2UKM Dapat Jaminan Kemudahan Bantuan Modal
error: Content is protected !!