Home / NEWS

Senin, 14 Juni 2021 - 15:13 WIB

Gelar Aksi 100 Hari Kerja Bupati, Demonstran Dipukuli Hingga Berhamburan

Penggalangan video

Penggalangan video

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Aksi demonstrasi yang di lakukan oleh aktivis  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba di depan kantor Bupati berlangsung ricuh, Senin (14/6/2021).

Demonstrasi yang digelar puluhan mahasiswa itu dalam rangka menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf di 100 hari kerjanya.

Dalam video yang beredar di Media sosial WhatsApp Grop dengan durasi 2 Menit 50 Detik terlihat Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, tiba-tiba muncul di depan kerumunan massa aksi lalu disusul sejumlah oknum petugas Satpol PP dan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan pemukulan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi.

“Siapa ini yang bawa ban, siapa yang bakar ban”, ucapnya dalam video, lalu menendang ban dari massa aksi.

Sekretaris PMII Cabang Bulukumba, Sulfikar Asyraf,  kepada awak media menyampaikan jika sebelum kericuhan terjadi pihaknya sempat melakukan orasi dan menyampaikan beberapa tuntutan.

“Jadi tadi ketua cabang sementara orasi dan tiba-tiba pak bupati langsung keluar dan tendang ban, itulah awal mula terjadi kericuhan”, jelasnya

Menurut fikar jika aksi premanisme yang di tunjukkan oleh Satpol PP yang melakukan pengawalan itu telah merusak citra pemerintahan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf.

Baca Juga:  Pendidikan Anak Usia Dini, KKN-DK UIN Alauddin Makassar Gelar Festival Anak Saleh

Lebih lanjut Fikar memperjelas maksud dan tujuan aksi yang di lakukan itu adalah hal yang baik dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami tidak pernah mengharapkan hal itu terjadi, kami datang dan berharap bisa di berikan ruang untuk menyampaikan aspirasi,  bukan di perlakukan sebagai segerombolan penjahat”, terangnya.

Fikar juga menyampaikan jika aksi yang di lakukan ini guna untuk mempertanyakan 12 poin atas program 100 hari kerja yang di canangkan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba yang terdapat beberapa poin yang dianggap belum mampu di realisasikan.

“Kita hanya meminta penjelasan terkait beberapa poin program 100 hari kerja Bupati yang belum terealisasikan. Kami datang dengan damai bukan untuk memicu keributan,” ungkapnya.

Kasubag Publikasi Setda Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, mengatakan jika Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf justru harus mendapat apresiasi karena menemui para pendemo. Ini artinya Bupati memiliki respon baik jika ada elemen masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya.

“Saat pendemo dari mahasiswa PMII Bulukumba datang di depan Kantor Bupati, saat bersamaan Bupati Muchtar Ali Yusuf sementara mengikuti vidcon pembekalan Kepala Daerah yang dilaksanakan oleh Kemendagri,” terangnya.

Andi Ayahtullah menjelaskan bahwa kegiatan materi pembekalan ini sebenarnya tidak bisa ditinggalkan, namun karena Bupati menghargai para pendemo maka beliau meminta izin kepada penyelenggara untuk menemui pendemo. Bupati pun turun dari ruangannya dan meminta para pendemo untuk bertemu/berdialog di tempat parkir mobil Bupati.

Baca Juga:  Jembatan Desa Tamaona Putus, Kadiskominfo: Kemungkinan Kontruksi Jembatan Tidak Kuat

Beberapa kali dipanggil untuk bertemu di halaman kantor (tempat parkir mobil Bupati), pihak pendemo tidak mau masuk dengan alasan mereka masih mau orasi dan bakar ban,” jelasnya.

Bupati Andi Utta sebenarnya berharap, lanjut Andi Ayatullah, para pendemo tidak perlu harus teriak-teriak di luar. Bisa langsung masuk di halaman Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun karena respon pendemo atas ajakan Bupati untuk berdialog tidak ditanggapi baik, maka Bupati pun langsung menemui mereka di luar pagar kantor.

Bupati menganggap para pendemo ini tidak memiliki itikad baik untuk melakukan dialog, makanya dia menendang ban yang hendak dibakar oleh pendemo.

“Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa diapresiasi sebagai kritik membangun kepada pemerintah daerah. Hanya saja adab-adab untuk menyampaikan aspirasi tidak diindahkan oleh mahasiswa,” ungkapnya.

Terbukti, ajakan Bupati untuk berdialog tidak direspon baik oleh para pendemo, sehingga tujuan yang hendak dicapai dalam menyampaikan aspirasinya tidak terwujud, malah sebaliknya terjadi saling dorong antara mahasiswa dan petugas,” tambahnya.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

Ibu Hamil Ditolak 5 Rumah Sakit di Makassar Hingga Meninggal, RSUD Bulukumba Angkat Bicara

NEWS

Kumpulkan Stakeholder, Bupati Kembali Bicarakan Antisipasi Banjir

NEWS

Program WIFI Gratis Diskominfo Bulukumba Memberikan Dampak Positif ke Masyarakat

NEWS

PPD Gandeng KKN UIN di Salemba Gelar Lomba Hias Telur & Berbagi 100 Paket Maulid ke Pengguna Jalan

DAERAH

Hingga Agustus 2020, Jumlah ASN Pensiun di Bulukumba Capai 200 Orang

NEWS

Seorang Tukang Bentor Ditemukan Meninggal, Polisi Dibuat Kewalahan

NEWS

Kejaksaan Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi di Bulukumba

NEWS

Hendak Terobos Gerbang Gereja, Pelaku Bom Bunuh Diri Diduga Berjumlah 2 Orang