Home / DAERAH / HUKUM

Kamis, 16 Juli 2020 - 14:31 WIB

Gaji Tak Dibayar, Motif Pembacokan Pegawai RSUD Bulukumba Hingga Tewas

Pelaku dan korban tragedi berdarah di Pasar Cekkeng Kasuara Bulukumba, Kamis (16/7/2020).

Pelaku dan korban tragedi berdarah di Pasar Cekkeng Kasuara Bulukumba, Kamis (16/7/2020).

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Kasus penganiayaan berat atau pembacokan terhadap pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba, Ahmad Jayadi (53) hingga meregang nyawa dilatar belakangi persoalan sakit hati lantaran gaji yang belum dibayarkan kepada pelaku.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra saat ditemui di Mapolres Bulukumba, Kamis (16/7/2020).

“Info sementara pelaku sudah lama bekerja dengan korban. Dimana korban tidak membayarkan gaji pelaku selama dua tahun,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga:  Suap Gubernur Sulsel, Ini Daftar Proyek yang Dikerjakan PT Agung Perdana Bulukumba

Bery melanjutkan, awalnya Ahmad Jayadi menemani istri berbelanja di Pasar Cekkeng Kasuara. Tiba-tiba didatangi pelaku Syarifuddin alias Randi (53).

“Saat mau pulang, pelaku mendatangi korban di Perempatan Teko, Kecamatan Ujung Bulu, dan langsung melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis badik dan parang,” jelasnya.

Di lokasi, pelaku begitu saja memarangi warga BTN Somba II tersebut tepat depan kantor Pegadaian. Kejadian itu juga sempat terekam kamera CCTV.

Dari rekaman CCTV itu, korban sempat melawan dan mendorong pelaku meski dalam kondisi berlumuran darah.

Baca Juga:  Pembusur Misterius Hantui Warga Bulukumba, Satu Pemuda Jadi Korban

Ditanya terkait perencanaan pelaku, kata mantan Kasat Narkoba Polres Pinrang ini, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut.

“Masih kita dalami perencanaanya. Karena pelaku masih diperiksa dan peyelidikan, maupun pemeriksaan sejumlah saksi-saksi,” terang AKP Bery.

Untuk pelaku sendiri, lanjut Berry Juana Putra Syarifuddin alias Randi dijerat pasal 338 sub 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kita sangkakan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 15 taun,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Miliki Track Record Baik, Alasan Hanura dan Demokrat Bulukumba All Out ke AHP-AMM

DAERAH

Lapas Bulukumba Tampung 280 Orang Napi Narkoba

DAERAH

Kejanggalan Izin Pembangunan SPBU, DPRD Minta Pemkab Bulukumba Tak Khianati Rakyat

DAERAH

Mentan SYL Kunker di Bulukumba, Resmikan RMU Desa Tanah Harapan

DAERAH

Bupati Bantaeng Ajak Tegakkan Disiplin Protkes Melalui Pendekatan Edukasi 

DAERAH

Pasien Sembuh Covid-19 di Bulukumba Terus Bertambah, 011 Sudah Pulang

DAERAH

Wabup Bantaeng: Laporan Keuangan Bantaeng Sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan

HUKUM

Soal Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 Bulukumba, Pemerhati Hukum: Bisa Diproses Lanjut