Formalitas Protokol Kesehatan Hingga Antrian Disdukcapil Bulukumba

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil) Bulukumba beberapa waktu lalu harus dihentikan lantaran 39 pegawai yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Pasca hal itu berlalu, Protokol Kesehatan (Prokes) hingga antrian Disdukcapil seakan menjadi formalitas.

Menurut Kepala Dinas Disdukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur, masih banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan ketika mendatangi kantor Disdukcapil. Namun ia memastikan jika petugas pelayanan selalu taat dengan protokol kesehatan (prokes).

“Saya tidak tahu dari mana tertular, yang jelas di Disdukcapil merupakan pelayanan umum. Padahal selama ini mereka (pegawai) melayani warga tetap menggunakan masker dan menjaga jarak,” kata dia, Rabu, (30/12/2020) silam.

Baca Juga:  Fraksi PAN Sarankan Pemerintah Lakukan Perbaikan DED Drainase dan Penataan Kota

Pernyataan tersebut seakan tidak berbanding lurus dengan kondisi saat ini yang seakan memberikan ruang kepada masyarakat untuk kembali berkerumun di kantor Disdukcapil.

Berdasarkan pantauan kumanika.com, terlihat beberapa orang bergerombol di depan loket pengambilan kartu indentitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) dengan mengabaikan prokes dalam hal ini jaga jarak.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) tak ingin disebutkan namanya menggerutu. Menurutnya, pelayanan Disdukcapil tidak maksimal.

Dia mengaku sejak pagi sudah berada di kantor tersebut untuk mengambil KTP anggota keluarganya. Hanya saja pelayanan yang dilakukan petugas terkesan pilih kasih, semestinya, mereka yang lebih awal memasukkan berkas dilayani terlebih dahulu.

Baca Juga:  Kabar Duka, Kakak Bupati Bulukumba Meninggal Dunia

“Dari tadi pagi ja saya di sini. Saya juga masukkan berkasku lebih awal. Kenapa saya tidak dilayani. Justru ada yang baru datang masukkan berkas itu yang mereka layani,” keluhnya.

Tak hanya itu, melihat kondisi demikian ia mengungkapkan kekesalannya. Ia kesal karena harus bergerombol di depan loket.

“Bukan cuman ini, masih sangat banyak kekurangannya capil dalam pelayanan, tidak didengar juga namata saat dipanggil, jadi haruski berdesakan di depan Loket,” pungkasnya.

Reporter: NDA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template