Home / NEWS

Selasa, 9 Maret 2021 - 12:44 WIB

Formalitas Protokol Kesehatan Hingga Antrian Disdukcapil Bulukumba

Suasana antrian layanan Disdukcapil Bulukumba.

Suasana antrian layanan Disdukcapil Bulukumba.

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil) Bulukumba beberapa waktu lalu harus dihentikan lantaran 39 pegawai yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Pasca hal itu berlalu, Protokol Kesehatan (Prokes) hingga antrian Disdukcapil seakan menjadi formalitas.

Menurut Kepala Dinas Disdukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur, masih banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan ketika mendatangi kantor Disdukcapil. Namun ia memastikan jika petugas pelayanan selalu taat dengan protokol kesehatan (prokes).

“Saya tidak tahu dari mana tertular, yang jelas di Disdukcapil merupakan pelayanan umum. Padahal selama ini mereka (pegawai) melayani warga tetap menggunakan masker dan menjaga jarak,” kata dia, Rabu, (30/12/2020) silam.

Baca Juga:  Dispar Bulukumba Ekspose Rencana Kerja Pariwisata

Pernyataan tersebut seakan tidak berbanding lurus dengan kondisi saat ini yang seakan memberikan ruang kepada masyarakat untuk kembali berkerumun di kantor Disdukcapil.

Berdasarkan pantauan kumanika.com, terlihat beberapa orang bergerombol di depan loket pengambilan kartu indentitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) dengan mengabaikan prokes dalam hal ini jaga jarak.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) tak ingin disebutkan namanya menggerutu. Menurutnya, pelayanan Disdukcapil tidak maksimal.

Dia mengaku sejak pagi sudah berada di kantor tersebut untuk mengambil KTP anggota keluarganya. Hanya saja pelayanan yang dilakukan petugas terkesan pilih kasih, semestinya, mereka yang lebih awal memasukkan berkas dilayani terlebih dahulu.

Baca Juga:  Masa Pensiun, Jabatan Kapolsek Herlang Diserahterimakan

“Dari tadi pagi ja saya di sini. Saya juga masukkan berkasku lebih awal. Kenapa saya tidak dilayani. Justru ada yang baru datang masukkan berkas itu yang mereka layani,” keluhnya.

Tak hanya itu, melihat kondisi demikian ia mengungkapkan kekesalannya. Ia kesal karena harus bergerombol di depan loket.

“Bukan cuman ini, masih sangat banyak kekurangannya capil dalam pelayanan, tidak didengar juga namata saat dipanggil, jadi haruski berdesakan di depan Loket,” pungkasnya.

Reporter: NDA

Share :

Baca Juga

DAERAH

Kapal Senilai Rp2 Miliar Milik Perhubungan, Rusak Tak Terawat di Bulukumba

NEWS

Bupati Serahkan Ranperda APBD, 2021 Pemkab Target APBD Rp1,5 Triliun Lebih

NEWS

Satu WN Afganistan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Makassar

DAERAH

BLT Covid-19 Desa di Bulukumba Diprotes Warga, Tahap Pertama Dapat Tahap Kedua Tidak

NEWS

Pembayaran Insentif Nakes RSUD Besar, Kadinkes: Kita Harus Adil

NEWS

Bulukumba Kembali Masuk Nominasi Raih Penghargaan APE Utama

DAERAH

Positif Covid-19 di Bulukumba Tembus 201 Kasus, Hanya Wilayah Bontobahari yang Zona Hijau

NEWS

Andi Bau Amal, Dua Periode Tak Tergantikan di Jabatan Sekda Bulukumba
error: Content is protected !!