Home / POLITIK

Kamis, 20 Agustus 2020 - 20:22 WIB

Empat Legislator Bakal Tinggalkan Kursi Untuk Pilkada Bulukumba, Pengamat: Itu Sebuah Trend

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Jika sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukumba Sulawesi Selatan bakal dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Saat ini, tersisa beberapa figur yang bernafas panjang. Beberapa diantaranya mengerucutkan putra daerah yang saat ini menyandang status sebagai wakil rakyat atau Anggota DPRD, baik kabupaten maupun provinsi yang mengincar kursi eksekutif pemerintahan.

Mereka adalah Andi Hamzah Pangki dan Andi Murniyati Makking. Keduanya merupakan legislator di parlemen Bulukumba. Bahkan keduanya final untuk berpaket sebagai calon Bupati dan wakil Bupati di Pilkada.

Naik satu jenjang ditingkatan provinsi ada Arum Spink dan juga Andi Edy Manaf, figur putra daerah Bulukumba yang merupakan anggota DPRD dapil Sulsel 5 (Bulukumba-Sinjai).

Jika resmi mendaftar di KPU, 4 September 2020 mendatang, maka secara otomatis mereka bakal meninggalkan kursinya di parlemen.

Pro dan kontra pun menghiasi perdebatan di tengah publik sampai saat ini. Sebagian besar masyarakat menyayangkan keputusan dari empat Legislator tersebut. Mereka menyebut Bulukumba seperti kekurangan figur ditengah geliat politik yang semakin berkembang.

Sebut saja Andi Edy Manaf, legislator Partai PAN ini sudah bukan lagi kategori pendatang baru di kontes Pilkada. Pada 2015 lalu pemilik tagline ‘Teman Ta Semua Ini’ diketahui juga mundur sebagai wakil rakyat Provinsi demi bertarung di Pilkada Bulukumba. Saat itu ia menjadi calon wakil Bupati mendampingi Andi Maskur Sultan sebagai calon Bupati.

Hasilnya, pasangan Maskur-Edy finis di urutan ke-4 dari 5 pasangan calon yang berkompetisi.

Baca Juga:  Pinang Murniyati Jadi Wabup, Bukti Andi Hamzah Dengar Aspirasi Perempuan

Di Pilkada Bulukumba 2020 ini, kembali Edy Manaf memantapkan diri maju bertarung, lagi sebagai 02 mendampingi figur pengusaha Andi Muchtar Ali Yusuf.

Meski demikian, Edy Manaf mengaku kembali bertarung dengan penuh pertimbangan sebelum mengambil keputusan final.

Itu juga tak lepas dari ungkapan yang selalu dikatakannya dalam sosialisasinya di masyarakat. Berdasarkan permintaan sejumlah tokoh masyarakat dan mayoritas pendukungnya, menginginkan dirinya maju mendampingi Andi Utta (Andi Muchtar Ali Yusuf).

“Yang perlu diingat, kita diinginkan masyarakat, bukan menginginkan untuk maju di Pilkada, tentu dengan berbagai pertimbangan yang matang,” singkat Edy Manaf belum lama ini.

Selanjutnya Arum Spink, meski sempat masuk Bursa Bakal Calon pada Pilkada Bulukumba 2015 lalu namun usaha dari legislator Partai NasDem Sulsel ini tandas karena tak mendapat dukungan partai nya yang mengusung ST-15 Sukri-Tomy yang memerintah saat ini. Kondisi itu pun membuatnya legowo.

Momen Pilkada Bulukumba 2020 ini pun tak ingin dilewatkan sosok yang akrab disapa Pipink ini dengan menerima pinangan ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bulukumba, Askar HL yang sekaligus Runner-up pada Pilkada 2015 lalu.

Meski demikian, Legislator Sulsel Dua Periode itu belum bersedia membeberkan alasannya bakal hengkang dari kursi wakil rakyat di Provinsi untuk bertarung di Pilkada. Ia mengatakan bakal menyampaikan secara gamblang ke masyarakat jika waktunya tepat.

Andi Hamzah Pangki dan Andi Murniaty Makking memang tidak terlalu jadi perdebatan publik, mengingat beda konteks jika mundur maka yang menggantikan adalah putra daerah sendiri.

Meski ketua Partai Golkar dan Demokrat Bulukumba ini tetap mengaku maju di kontestasi politik lima tahunan ini karena dorongan keluarga dan pendukung untuk mambawa Bulukumba Bangkit.

Baca Juga:  Andi Utta dan Deretan Figur yang Sempat Dilirik Jadi Wakilnya di Pilkada Bulukumba

Seperti pada Pilkada Bulukumba 2015 lalu, Tomy Satria Yulianto yang saat ini menjabat wakil Bupati Bulukumba juga melakukan hal yang sama. Ia rela meninggalkan jabatannya sebagai wakil ketua DPRD Bulukumba untuk bertarung.

Alhasil, keputusan nya tidak sia-sia. Ia terpilih mendampingi AM Sukri Sappewali untuk periode 2015-2020.

Sedangkan jika mengarah ke Dewan Provinsi, dua kursi perwakilan rakyat milik Edy Manaf dan Arum Spink bakal diisi figur daerah lain. Masyarakat khawatir porsi anggaran bakal tergerus.

Di sisi lain, Pengamat Politik Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai, Dr Hermansyah, berpendapat lain. Ia menganggap Legislator yang yang mengincar kursi eksekutif adalah sebagai sebuah trend.

Kursi legislatif, kata dia, memang tak membuat karir politisi terhenti.

“Sebuah perilaku yang yang sudah menjadi trend dikalangan politisi, bahwa dengan adanya jabatan politik pada legislatif tidak membuat para politisi berhenti meraih karir politik,” kata Hermansyah baru baru ini.

Dia melanjutkan, hampir disemua lini politik, anggota legislatif bercita-cita meraih puncak di eksekutif.

Hermansyah mengungkapkan beberapa alasannya, pertama, jabatan eksekutif penuh ‘keseksian’ dibandingkan dengan jabatan legislatif.

Kedua, sumber suara dukungan sudah dievaluasi dengan pengalaman saat bertarung di pilcaleg.

“Ketiga, mudah membangun komunikasi politik, keempat, kekuasaan yang melebar secara umum di masyarakat. Jadi itu yang membuat banyak orang mau berkarir di eksekutif,” pungkas Hermansyah.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Keputusan Final, AHP-AMM Resmi Diusung Golkar pada Pilkada Bulukumba

POLITIK

Ketua Harian Golkar Bulukumba: Ada yang Mengaku PLT Mau Ambil Paksa Golkar

DAERAH

Jelang Pilkada Bulukumba, Arum Spink Ditunjuk Ambil Alih Ketua NasDem Dari Tomy Satria

POLITIK

PKB Bantaeng Komitmen Jadi Penyambung Lidah Rakyat di Muscab Serentak

POLITIK

Didukung Partai Perindo, Andi Utta-Edy Manaf Dapat Mesin Baru Berkekuatan 3616 Suara

POLITIK

AZP: PAN Bulukumba Harga Mati Dukung Harapan Baru di Pilkada

POLITIK

Jelang Musda Golkar Bulukumba, Nirwan: Tidak Ada Kisruh

POLITIK

Penjelasan KPU Bulukumba Soal Pengunduran Diri Sejumlah Legislator yang Maju di Pilkada
error: Content is protected !!