Home / NEWS

Rabu, 9 September 2020 - 19:06 WIB

Eksekutif dan Legislatif Bulukumba Memanas, ASN Ini Polisikan Anggota Dewan

ASN lingkup Pemkab Bulukumba, Awal Nurhadi Laporkan Legislator Partai Gerindra ke Mapolres Bulukumba, Rabu (9/9/2020).

ASN lingkup Pemkab Bulukumba, Awal Nurhadi Laporkan Legislator Partai Gerindra ke Mapolres Bulukumba, Rabu (9/9/2020).

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Sulawesi Selatan, Andi Awal Nurhadi (35) melaporkan salah satu anggota DPRD Bulukumba ke pihak Kepolisian resor (Polres) Bulukumba. Rabu (9/9/2020).

Nurhadi terpaksa melaporkan legislator yang bernama Muh Bakti dari Fraksi Gerindra pasca mengaku menjadi korban penganiayaan oleh Muh Bakti.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi Gedung DPRD Bulukumba, Jalan Sultan Hasanuddin, Rabu (9/9/2020).

Politisi Partai Gerindra tersebut kini telah dilaporkan di Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Bulukumba oleh korban, Awal Nurhadi (35).

Dari cerita Nurhadi, kejadian bermula saat Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba menggelar rapat bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rumah Sakit dalam rangka evaluasi catur wulan ke II.

“Saat rapat berlangsung Muh Bakti selaku pimpinan rapat mengatakan TAPD adalah pencuri, pernyataan itu kami tidak terima karena tidak etis disebut pencuri dalam forum resmi,” kata Awal Nurhadi di Mapolres Bulukumba.

Hal tersebut membuat pihak TAPD mempertanyakan pernyataan yang dilontarkan Muh Bakti, setelah rapat evaluasi diskorsing berlangsung sekitar pukul 12.00 wita.

“Saya sempat mempertanyakan pernyataan Muh Bakti di meja pimpinan secara sopan, kenapa TAPD dikatakan sebagai pencuri, itukan tidak bagus,” jelasnya.

Sayangnya, pertanyaan klarifikasi yang dilayangkan oleh Nurhadi kepada Bakti ditanggapi lain. Bakti merasa terancam setelah korban mendekati dirinya di meja pimpinan.

Baca Juga:  Dispar Sinjai Siapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Bagi Wisatawan Tongke-Tongke

“Dia bilang kenapa ancam-ancam saya, padahal saya tidak ancam dia. Karena saya tidak mengeluarkan ancaman sebab saya hanya ingin mengklarifikasi secara baik-baik,” terangnya.

Awal Nurhadi menambahkan, pelaku Bakti secara spontan berdiri kemudian menendang kursinya. Kera baju miliknya juga sempat ditarik oleh pelaku. Hanya saja dirinya tak ingin melawan sikap arogan Bakti.

“Dia tendang kursi kebelakang, dia angkat kera baju sehingga saya mundur. Datang beberapa teman staf memisahkan kami berdua, rupanya pada saat kera baju ditarik dan diputar ada bekas goresan dari kuku hingga menyebabkan luka gores dileher saya,” pungkasnya.

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Muhammad Bakti [DOC. Kumanika.com]

Terpisah, Lagislator Gerindra Bulukumba, Muh Bakti yang dikonfirmasi Kumanika.com membatah tudingan Nurhadi. Menurutnya apa yang dilakukannya sudah benar.

“Saya rapat evaluasi soal Dinkes dan Rumah Sakit. Dalam rapat ada beberapa anggaran pendapatan yang saya temukan agak ganjil. Saya pertanyakan itu kemana sisa anggaran nya, menurut saya wajar jika menyebut kata pencuri karena tak ada pertanggungjawabannya. Saya jengkel lalu skorsing rapat,” ujar Bakti.

Lalu, kata Bakti melanjutkan, menuding balik Awal Nurhadi tak punya etika sebagai ASN karena seenaknya saja menyerobot dirinya di gedung DPRD.

“Awal Nurhadi secara tiba-tiba dari belakang memeluk saya, dan mempertanyakan kenapa TAPD dibilang pencuri. Awal ini saya tidak tau mukanya walau dia pernah bertugas di sekretariat DPRD,” tambah Bakti.

Baca Juga:  Ketua Baznas Bulukumba Apresiasi Edaran Pemda Bulukumba

“Saya bertanya kamu siapa, dia malah ambil kuda-kuda mau menyerang, refleks saya pegang kera bajunya. Tapi saya tidak apa-apa kan dia, sebatas tarik saja. Yang saya khawatirkan, apa yang saya pertanyakan ini mau digelapkan saya merasa diintimidasi, saya mau diserang apalagi ini membahas soal uang,” Jelas Bakti.

Soal laporan ke polisi, Legislator Partai Gerindra dua periode ini menanggapi santai, ia mengaku hanya menjalankan tugas sebagai fungsi pengawasan tapi tiba-tiba diserobot Awal Nurhadi.

“Soal melapor ke polisi silahkan, itu haknya, yang jelas saya hanya menjalankan tugas. Kau ganggu saya, anda datang sebagai apa. Saya tidak panggil anda saat skorsing rapat, tapi tiba-tiba menyerobot dengan pakai topi. Sementinya ijin dulu siapa yang suruh, kepala dinas atau siapa, jangan asal nyerobot apalagi ini kantor saya. Saya tuan Rumah anda tamunya. Etikanya jelas,” tutup Bakti.

Sementara Pelaksana Harian Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Muh Dasri membenarkan laporan korban Andi Awal Nurhadi.

“Kami telah terima laporanya dan sudah diproses. Kejadianya di DPRD Bulukumba,” ucap Muh Dasri.

Untuk terlapor, kata dia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, Muh Bakti.

“Laporan 351 tentang penganiayaan,” jelasnya.

EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

NEWS

Sempat Dinyatakan Hilang, Nelayan Asal Bulukumba Ditemukan Dalam Keadaan Hidup

NEWS

Bhabinkamtibmas Desa Lonrong Khitan 2 Anak Warga Kurang Mampu

NEWS

Pemkab Bantaeng Buka Gerai Vaksinasi COVID-19 Pantai Seruni

NEWS

Harapan Guru Besar UIN Alauddin Terhadap Bupati Baru Bulukumba

NEWS

Komunitas 86 SMA 1 Bulukumba Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa di Sulbar

NEWS

Bupati Bantaeng Ajak Warga Jaga Hasil Karya TMMD

NEWS

Bau Amal Ajak Masyarakat Mengawal Pemerintahan Andi Utta-Andi Edy

NEWS

Diringkus Polisi, Ini Wajah Pelaku Pembunuh Pegawai Rumah Sakit di Bulukumba