Dua Jam Diperiksa Polisi, Dokter Rizal Dicecar 29 Pertanyaan

Kasus Kematian Ibu dan Calon Bayinya di RSUD Sultan Dg Radja

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Kasus kematian ARD (Insial) berserta calon bayinya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sultan Dg Radja kabupaten Bulukumba beberapa waktu lalu memasuki babak baru.

Kasus yang bergulir di penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrim Polres Bulukumba, kini memeriksa oknum dokter yakni, dokter Rizal yang merupakan penanggung jawab pasien saat itu. Dia juga merupakan Wakil Direktur (Wadir) RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba.

Bersama kuasa hukumnya, AK dan Rekan, dokter Rizal memenuhi panggilan penyidik. Selasa 29 September 2020.

Dihadapan penyidik, dokter Rizal dicecar 29 pertanyaan yang berkaitan kematian ARD yang waktu itu hendak melahirkan di ruang bersalin RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba.

Baca Juga:  Tambah 4 Kasus Baru Covid-19 di Bulukumba, Masih Rangkaian Transmisi Lokal

Sekitar dua jam lamanya dia diperiksa polisi. Saat hendak dimintai keterangan usai diperiksa polisi, dokter Rizal tergesa-gesa menuju mobil pribadinya dengan merek mitsubishi expander berplat putih.

Sementara, Kanit Tipidter Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir, menjelaskan dokter Rizal diperiksa masih sebatas saksi. Rizal dimintai keterangan terkait dirinya sebagai penanggung jawab pasien.

“Diperiksa selaku dokter penanggung jawab pasien. Dokter Rizal baru sekali kita panggil dan dimintai keterangan sebagai saksi,” ucap Aipda Ahmad Fatir, Selasa (29/9/2020).

Ditanya soal saksi berikutnya yang akan dimintai keterangan, Ahmad Fatir mengaku belum mengetahui. Hanya saja dirinya akan melihat hasil pemeriksaan terhadap dokter Rizal.

“Saya belum tahu, nanti saya lihat hasil pemeriksaannya dulu,” bebernya.

Baca Juga:  Update Kasus Corona Nasional 30 Mei: Pasien Sembuh Capai 7.015

Terpisah, kuasa hukum manajemen RSUD Bulukumba, AK dan Rekan, Hendra SH, mengatakan, dokter Rizal diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaannya terkait tindakan medis yang dilakukan terhadap ARD.

“Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai dokter spesialis kandungan yang melaksanakan tugas jaga sebagai dokter penanggung jawab pasien,” ucap Hendra.

Ia menjelaskan saat itu Rizal merupakan dokter ahli spesialis kandungan. Dimana pasien datang dalam kategori kuning di RSUD dalam artian gawat tapi tidak darurat.

“Memang itu kategori untuk orang hamil di Rumah Sakit,” bebernya.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kematian ARD berserta calon bayinya pada saat hendak melahirkan di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba.

REPORTER: Alfareza

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template