Home / KABAR PARLEMEN

Selasa, 9 Februari 2021 - 19:31 WIB

DPRD Minta Pemkab tidak Terburu-buru Umumkan Pemenang Lelang Proyek Jembatan Bialo

Ketua Komisi A DPRD Bulukumba, Andi Pangeran Hakim

Ketua Komisi A DPRD Bulukumba, Andi Pangeran Hakim

BULUKUMBA, KUMANIKA.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba meminta kepada pemerintah daerah agar tidak terburu-buru menetapkan pemenang lelang pengerjaan Jembatan Bialo tahap empat.

Hal ini di sampaikan Ketua Komisi A DPRD Bulukumba, Andi Pangeran Hakim saat di temui di ruanganya. Ia mengungkapkan jika lelang yang di lakukan ini terlalu di paksakan.

Menurutnya dari 42 Perusahaan yang ikut tender ada 5 perusahaan yang lolos administrasi diantaranya PT Radjasa Tomaks Globalindo, PT Hanako Surya Sakti, PT Trikarya Utama Cendana, PT Cipta Bahagia Utama, PT Gunung Raya Bulukumba

“Ada 5 peserta yang lolos administrasi dengan nilai penawaran terendah 19,5 miliar, dan penawaran tertinggi sebesar 22,8 miliar”, ungkapnya.

Baca Juga:  PAN Bulukumba Masih Setengah Hati Dukung Harapan Baru?

Andi Pangeran berharap jika nantinya pemenang tender ini harusnya jatuh pada perusahaan dengan penawaran terendah. Agar pemerintah bisa mendapatkan selisi anggaran yang dimanfaatkan ke pembangunan lainnya.

“Kenapa bukan yang urutan pertama yang di menangkan jika memenuhi spek, ini kan selisi anggarannya bisa digunakan untuk yang lain,” terangnya.

“Kasihan uang begitu banyak diberikan kepada perusahaan dengan tawaran lebih tinggi. Ada selisih Rp2 miliar dari penawaran terendah dan tertinggi, seharusnya ini dipikirkan Pemerintah dalam hal ini Unit Layanan Pengadaan (ULP)”, tegas Politisi PPP ini

Baca Juga:  Dicopot Sebagai Ketua, TSY Tak 'Direkeng' DPW NasDem?

Anggota Fraksi PPP ini menyarankan Pemerintah dan ULP untuk berpikir sebelum menetapkan pemenang tender.

“Selisi anggaran itu kan kita bisa manfaatkan untuk mengalokasikan langsung dengan pembangunan pemecah ombak yang dikaitkan dengan pembangunan jembatan bialo”, terangnya

Andi pangeran juga mengajak pemerintah untuk memiliki prinsip dalam menilai Perusahaan yang ikut tender apalagi dengan memberi penawaran yang cukup rendah dimana standar penawaran barang ini sudah cukup besar di angka Rp19 Millyar.

“Jika peserta tender ini bisa di menangkan oleh perusahaan dengan penawaran terendah ini kan bisa menguntungkan pemerintah” katanya.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

KABAR PARLEMEN

Jelang Musda Golkar Bulukumba, Plt Golkar Bulukumba Dinilai tak Bernyali

KABAR PARLEMEN

Memasuki Anggaran Perubahan, DPRD Bulukumba Rutin Evaluasi OPD

KABAR PARLEMEN

Bawaslu Bulukumba Dalami Foto Oknum Camat Berpose Simbol Nomor 3

KABAR PARLEMEN

Berbau Kampanye di Fasilitas Ibadah, Aksi Bagi Sandal Wudhu Milea Asik Didalami Bawaslu Bulukumba

KABAR PARLEMEN

Askar-Pipink Dipastikan Melenggang ke Pilkada Bulukumba 2020, JMS Masih Buru Golkar

KABAR PARLEMEN

Berkenalan Dengan Nadya Oktaviani, Jubir Cantik Kacamatayya di Pilkada Bulukumba

KABAR PARLEMEN

Dewan Apresiasi Aksi Protes Atas Pernyataan Presiden Prancis yang Lecehkan Umat Islam

KABAR PARLEMEN

HM21 Klaim Basis di Timur, Pemilihnya Mayoritas Perempuan