Home / PARIWISATA

Rabu, 17 Maret 2021 - 14:50 WIB

Dispar Bulukumba Ekspose Rencana Kerja Pariwisata

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) kembali melakukan supervisi terhadap seluruh event wisata di Indonesia. Seluruh daerah diminta untuk melakukan presentasi kembali seluruh program event wisata.

Sebelum presentase di Kemenpar Ekraf, Dinas Pariwisata Bulukumba lebih dulu melakukan ekspose program kerja di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muh Ali Saleng, Kabupaten Bulukumba akan bersaing untuk masuk dalam 100 Wonderful Event Indonesia. Dimana persaingan akan lebih ketat dengan ribuan event lainnya.

“Saat Festival Pinisi berhasil masuk di 100 Wonderful Event lalu, kita bersaing dengan tiga ribuan event,” ungkapnya.

Kelebihan masuk di 100 Wonderful Event, lanjut Ali Saleng, Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan anggaran dalam membiayai event pariwisata, termasuk promosi wisata secara nasional.

Selain Festival Pinisi, beberapa rangkaian event wisata yang akan digelar Dinas Pariwisata di tahun 2021, diantaranya Gowes Hutan Karet, Jelajah Hutan Karet (off-road), Bira Sunset Run, Tourism Trail Adventure, Bira Folding Bike, Senandung Kopi Kahayya, Karnaval Budaya Kajang, dan Festival Budaya Kajang.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan, Kunjungan Wisata Pantai Tanjung Bira Meningkat Signifikan

Ali Saleng juga optimis, penerimaan PAD di sektor pariwisata bisa mencapai target di tahun 2021.

“Per 15 Maret ini, realisasi PAD kita sebesar Rp1,1 milyar dari target yang diberikan sebesar Rp5 milyar,” kata Ali Saleng saat presentasi di Ruang Rapat Bupati, Selasa 16 Maret 2021 kemarin.

Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf, berharap agar pengembangan wisata ke depannya, perencanaannya harus berjangka panjang. Konstruksi yang dibangun harus bertahan sampai 25 sampai 50 tahun ke depan.

“Jangan sampai hanya 2 sampai 5 tahun fasilitas wisata yang dibangun tersebut sudah rusak. Pariwisata harus berdampak ekonomi bagi masyarakat. Dengan didukung fasilitas secara terpadu, seperti tempat kuliner atau food court nya serta pusat oleh-oleh nya,” terang Andi Utta sapaan akrab Muchtar Ali Yusuf.

Baca Juga:  AIA Minta Tim Roemah Djoeang Tetap Jalin Komunikasi

Pengembangan wisata menurut Andi Utta, tidak hanya untuk menjadi bahan diskuasi. Inspirasi dari luar daerah bisa didapatkan dalam membuat event berskala nasional atau internasional.

“Fasilitas hotel dan kuliner yang memadai. Bikin event yang besar itu gampang, tapi mereka nginap dan makan dimana. Semua itu harus kita siapkan,” imbuhnya.

Sebelum membangun infrastruktur wisata, yang paling penting saat ini, lanjutnya adalah bagaimana menjaga dan membangun budaya bersih di tempat, khususnya di kawasan wisata Bira.
“Kebersihan menjadi salah satu tolak ukur untuk menciptakan kenyamanan pengunjung wisatawan,” tegas Andi Utta.

Contoh ide sederhana yang disampaikan upati berlatar pengusaha ini adalah, untuk keselamatan pengunjung. Ia berencana membangun pagar di sepanjang jalan yang ada di kawasan Tahura.

“Kita bangun pagar disepanjang jalan itu sehingga tidak ada lagi ternak yang tiba-tiba melintas di tengah jalan yang bisa membahayakan pengendara,” terangnya.

Reporter: Devi

Share :

Baca Juga

PARIWISATA

Dibangun Sejak 1995, Nusa Bira Indah Pertahankan Konsep Rumah Panggung

PARIWISATA

Sambut Ramadhan, Kunjungan Wisata Pantai Tanjung Bira Meningkat Signifikan

PARIWISATA

Aktivitas Wisata Ini Alami Lonjakan Selama Pandemi

DAERAH

Puluhan Tahun Dinanti, Bulukumba Kini Punya Aset Kapal Pinisi

PARIWISATA

Dispar Bulukumba Lakukan Pendataan Pelaku Ekonomi Kreatif Bulukumba

PARIWISATA

Tahun 2021, Dispar Bulukumba Susun Rencana Pemulihan Sektor Pariwisata

PARIWISATA

Dinas Pariwisata Bulukumba Terima Study Tour Pokdarwis dari Provinsi Sulawesi Barat

PARIWISATA

Promosikan Hutan Karet Bulukumba melalui Wisata Adventure
error: Content is protected !!