Home / NEWS

Kamis, 11 Juni 2020 - 13:46 WIB

Diskotek dan Panti Pijat Dibuka, Pemerintah Siapkan Protokol Kesehatan

pengunjung salah satu hiburan malam di Kota Makassar (ist)

pengunjung salah satu hiburan malam di Kota Makassar (ist)

MAKASSAR, KUMANIKA.com – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bakal memberikan izin bagi pelaku usaha hiburan untuk kembali beroperasi.

Pemberian izin tersebut setelah ditutup selama hampir tiga bulan akibat pandemi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Seksi Pariwisata Dispar Kota Makassar, Andi Nazaruddin Zaenal mengatakan, untuk kembali beroperasi, tentu tempat hiburan tersebut akan mengacu kepada Peraturan Wali Kota (Perwali) No. 31 Tahun 2020.

Secara prinsip tidak ada masalah dari Pj Wali Kota Makassar, tapi pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi kepada tim teknis yang membidangi.

Baca Juga:  Pemerintah Bulukumba Mulai Persiapkan Proses Belajar Tatap Muka

“Yang membidangi Dispar termasuk Dinas Kesehatan karena yang punya protapkan Diskes,” kata Andi Nazaruddin, Kamis (11/6/2020).

Menurut Nazaruddin, Dispar tengah menyiapkan dua contoh simulasi protokol Covid-19, di panti pijat serta tempat hiburan malam (THM).

“Diskes melihat kontaminasinya kalau kecil kemungkinan komunikasi kita akan tindaklanjuti dalam sebuah surat edaran. Kita juga berhati-hati karena panti pijat ini paling tinggi resikonya sebab kontak langsung,” ucapnya.

Kata dia, setiap usaha di Kota Makassar harus memiliki protap. “Mudah-mudahan dinas kesehatan itu bisa meminalisir penyebaran virus,” bebernya.

Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru, berharap para pengusaha mengikuti aturan pemerintah dan menunggu hasil koordinasi dari pihak Pemerintah Kota Makassar sebelum dipastikan beroperasi.

Baca Juga:  Bupati Keluarkan Edaran untuk Perkuat Vaksinasi bagi Anak 12-17 Tahun

“Dasarnya protokol kesehatan itu kita mengacu kepada peraturan Menteri Kesehatan selebihnya kita buatkan peraturan tambahan yang sesuai dengan kondisi tempat tempat hiburan, salah satu contoh misalnya dancing hall kita tiadakan,” katanya.

Zul menambahkan, dancing hall yang sebelumnya berlaku bakal berubah saat kondisi seperti ini.

“Pembatasan jumlah konsumen caranya kalau kemarin dalam satu meja empat kursi kita jadikan 1 meja 2 atau 3 kursi,” tutupnya. (**)

Share :

Baca Juga

NEWS

Mentan SYL Kunker di Bulukumba, Resmikan RMU Desa Tanah Harapan

NEWS

Bupati Ilham Azikin Bersama Ketua KONI Bantaeng dan IPSI Sulsel Bahas PON XX Papua 2021

NEWS

Menko Muhadjir Effendy ke Bulukumba, Minta Pemerintah Daerah Pemberdayaan Petani Rumput Laut

NEWS

Kerjasama Pemkab Sinjai, KPCPEN Gelar Webinar Program PEN Bagi UMKM

NEWS

Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bulukumba Turun 1,09 Persen

NEWS

Kasus Korupsi Mandek di Kejaksaan, Mahasiswa Desak Kajari Lebih Progresif
Marak Pencurian, Bagaimana Keamanan Pasar Sentral Bulukumba?

NEWS

Marak Pencurian, Bagaimana Keamanan Pasar Sentral Bulukumba?

NEWS

Majelis Taklim Jami Jabal Nur Ajak Warga Desa Bukit Harapan yang Berkecukupan Bersedekah