Home / DAERAH / NEWS

Jumat, 28 Agustus 2020 - 11:01 WIB

Disebut Menipu oleh Pekerja Konstruksi, Begini Klarifikasi Kepsek SMPN 7 Bulukumba

Kepsek SMPN 7 Bulukumba Andi Nurwina Pangki (kanan foto) saat melakukan klarifikasi di Dinas Pendidikan Bulukumba, Jumat (28/8/2020).

Kepsek SMPN 7 Bulukumba Andi Nurwina Pangki (kanan foto) saat melakukan klarifikasi di Dinas Pendidikan Bulukumba, Jumat (28/8/2020).

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 7 di Desa Bonto Raja kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, Andi Nurwina Pangki angkat bicara atau mengklarifikasi soal tudingan yang mengatakan dirinya menipu sealah seorang pekerja konstruksi, Jusman pada dua item pengerjaan Proyek rehabilitasi dengan anggaran setengah Miliar lebih.

Menurutnya, apa yang ditudingkan Jusman kepada dirinya, semuanya tidak benar. Hal tersebut diklarifikasi langsung Andi Nurwina dihadapan kepala bidang Dikdasmen, Sukwandy Saing dan sejumlah awak media di dinas pendidikan Bulukumba, Jumat (28/8/2020).

“Semua yang dikatakan pak Jusman itu tidak benar. Bahkan diawal sebelum pekerjaan dimulai saya sudah kasi panjar Rp.10 juta pada 5 Mei kemarin,” kata Nurwina.

Dia melanjutkan, anggaran yang merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) itu belumlah rampung 80 persen, seperti yang dikatakan.

“Baru 25 persen, bukan 80. Pada tanggal 25 April saya memanggil pak Jusman untuk mengerjakan pekerjaan dari Disdik, DAK 2020, itu berupa rehabilitasi 6 kelas dan toilet 1 unit. 27 april jusman berkunjung dan disepakati total borongan 85 juta sekaligus,” tambah Andi Nurwina.

Baca Juga:  Bupati Bantaeng Beri Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi Dewan

Bahkan, selain panjar dia mengaku beberapa kali telah melakukan pembayaran ke Jusman dengan total Rp. 35 Juta.

“Pada 5 Mei membayar panjar 10 juta, tanggal 20 Mei bayar 10 juta, Juni dibayar lagi oleh panitia 10 juta, habis itu minta lagi dengan alasan gaji pekerjanya, saya kasi lagi 5 juta pada 5 Juli.

Soal pemberhentian sepihak, sambung Andi Nurwina membantah hal itu, kata dia Jusman tidak diberhentikan sepihak, hingga akhir dia tetap diminta untuk menyelesaikan pekerjaannya, namun hal tersebut diabaikan. Bahkan Jusman dikatakan menutup komunikasi ke Andi Nurwina.

Berdasarkan hal tersebutlah sehingga keputusan dari konsultan proyek tersebut yang merekomendasikan untuk pemutusan kerjasama kepada Jusman.

Baca Juga:  Pekerja Konstruksi Buka-Bukaan Dalam Proyek Rehabilitasi Bagunan Sekolah Beranggaran Setengah Miliar

Jusman dinilai pihak konsultan, tak mampu lagi diajak kerjasama karena menelantarkan pekerjaan.

“Jadi kita tidak berhentikan sepihak tapi berdasarkan keinginan konsultan karena dianggap tidak bisa diajak kerjasama. Dan pada saat itu juga ada orang tua siswa yang menyatakan kesediaan untuk melanjutkan pekerjaan tanpa membicarakan soal biaya,” jelas Andi Nurwina.

Selain Andi Nurwina, Kepala Bidang Dikdasmen Dinas Pendidikan Bulukumba, Sukwandy Saing juga mengaku sebelumnya telah melakukan peninjauan ke proyek rehabilitasi bangunan tersebut selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Kita sudah melakukan kunjungan 19 Juni lalu, dan meminta untuk dilakukan pembongkaran karena tidak sesuai. Sehingga dilakukan perubahan dan pembenahan soal hasil dari kerjaan tersebut,” pungkas Sukwandy.

Baca Berita Sebelumnya: Merasa Ditipu, Pekerja Konstruksi Sekolah Anggaran Rp540 Juta Minta Dinas Pendidikan Bulukumba Turun Tangan

EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

NEWS

Tekan Penyebaran Covid-19, Polres Bulukumba dan Tim Terpadu Gelar Operasi Yustisi

NEWS

Tanah Wakaf Warga Batu Karopa, DMI Bulukumba Resmi Bangun Masjid Nur Qadri

DAERAH

Kasus Bansos Covid-19 Bulukumba: Rekanan Dinsos Kembalikan Rp 344.311.900 Kerugian Negara

DAERAH

7.217 Ton Pupuk Urea Telah Terdistribusi di Bantaeng

DAERAH

Seorang Tahanan Kabur Dari Polsek Kindang Bulukumba

DAERAH

Pemkab Bulukumba Gelar Rapid Test Gratis Selama 3 Hari, Kouta Hanya 100 Orang Perhari

NEWS

Camat Tidak Hadiri Sosialisasi Vaksinasi, Djunaedi: Jangan Main-main!

DAERAH

Gubernur Sulsel Sumbang Rp 1 Miliar Pada Renovasi Masjid di Kindang Bulukumba