Home / NEWS

Rabu, 8 September 2021 - 14:40 WIB

Disdukcapil Bulukumba Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik

Disdukcapil Bulukumba Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik. Foto: Dokumentasi Istimewa

Disdukcapil Bulukumba Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik. Foto: Dokumentasi Istimewa

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Sebagai instansi layanan kependudukan, Disdukcapil giat menggenjot percepatan perekaman untuk seluruh masyarakat Bulukumba. Tidak terkecuali masyarakat adat Kajang.

Seperti diketahui, wilayah masyarakat adat Kajang merupakan salah satu daerah yang selama ini belum tersentuh perekaman catatan sipil. Hal tersebut disebabkan adanya hal-hal yang tidak sesuai mekanisme perekaman.

Demi melakukan pelayanan yang terbaik dan konkrit, Disdukcapil menciptakan sebuah solusi melalui inovasi program Jempol (Jemput Bola). Dalam menjalankan program tersebut, mereka menggandeng Lakpesdam NU sebagai jembatan komunikasi ke masyarakat adat. Hal tersebut disampaikan oleh Kadis Disdukcapil, A.Mulyati Nur.

Baca Juga:  Kembali Berulah, OTK di Bulukumba Busur Seorang Pengendara Malam Hari

Menurut A. Mulyati, inovasi khusus untuk warga adat Kajang ini dinamakan Ramah Adat (Perekaman Administrasi Kependudukan Masyarakat Hukum Adat). Inovasi tersebut dirintis sejak dua tahun lalu, tepatnya pada 2019.

“Ramah Adat ini kami mulai 2019. Prospek baik inilah, di usianya ke dua tahun, yang kemudian menjadi tolak ukur meraih penghargaan inovasi terbaik, dari Provinsi Sulawesi Selatan,” tambah Kadis Disdukcapil.

Selain itu, kata A. Mulyati, syarat untuk masuk nominasi penghargaan provinsi maupun nasional, yakni adanya inovasi yang telah berjalan selama dua tahun dan mempunyai sumbangsih baik untuk kelangsungannya.

Baca Juga:  Warga Adat Kajang Dorong Wilayahnya Menjadi Desa Adat

Sedangkan terkait masalah perekaman yang dilakukan, kata A.Mulyati Nur, semua masyarakat sudah melakukan perekaman, kecuali mereka yang memang belum genap berumur 17 tahun, atau mereka yang berstatus warga adat tapi berada di luar daerah, misalnya merantau.

“Untuk ke depannya, mungkin kami melakukan inovasi lain. Karena setiap daerah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda,” tambah A. Mulyati.

Penulis: Adi

Share :

Baca Juga

NEWS

Bawaslu Bulukumba Bidik 7 ASN yang Terlibat Politik Praktis di Pilkada

NEWS

Sekelompok Preman Kroyok Satu Anggota Dishub Bulukumba

NEWS

[VIDEO] Isak Tangis Iringi Pemakaman YW, Kasus Kematian Pertama Covid-19 di Bulukumba

NEWS

Sengketa Lahan YPLP Masuk Meja Kejaksaan, Tersangka Jadi Tahanan Kota

NEWS

291 Anggota Satgas Covid-19 yang Dikomandoi Dandim Diapresiasi Bupati dan Ketua DPRD

NEWS

Sehari Pasca Lebaran, Pemerintah Umumkan Dua Kasus Baru Positif Covid-19 di Bulukumba

NEWS

Menaker Sebut Bantaeng Sudah Siap Masuk ke Industri 4.0

NEWS

Tingkatkan Keindahan Kota, Satpol PP Bulukumba Lakukan Penertiban PKL