Home / NEWS

Jumat, 23 Oktober 2020 - 17:55 WIB

Dinas Lingkungan Hidup Sebut Dokumen Proyek Jembatan Bialo Sudah Rampung

BULUKUMBA, KUMANIKA.com–Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba mengaku telah melengkapi dokumen yang dibutuhkan terkait proyek pembangunan jembatan sungai Bialo Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu.

Hal itu disampaikan Kabid Penataan, Penaatan, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Nurdin saat dikofirmasi pada Jumat (23/10/2020).

Ia menyebutkan, dokumen tersebut sudah ada, yakni Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH).

Pada dasarnya kata dia, DPLH setara dengan dokumen UKL (Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).

Hanya saja lanjut dia, yang membedakan, jika dokumen UKL-UPL berlaku untuk kewajiban bagi usaha atau kegiatan yang masih perencanaan.

Baca Juga:  Kapolda Sulsel Pantau Posko Operasi Lilin Tahun 2020 di Kawasan Wisata Bira

Sedangkan dokumen DPLH dibuat terhadap usaha atau kegiatan yang sudah eksisting (berjalan) tetapi belum memiliki UKL-UPL.

“Sudah ada DPLH, setingkat dengan UKL-UPL. Sudah terbit rekomendasinya,” kata Nurdin menjelaskan.

Menurutnya, lamanya rekomendasi tersebut terbit lantaran adanya masukan tim teknis saat pemeriksaan dokumen yang baru saja bisa diselesaikan.

“Setelah rampung semua dan dilakukan perbaikan, baru diterbitkan rekomendasinya. Baru memang Rekomendasi terbit awal bulan September,” imbuhnya.

Terkait komentar DPRD Bulukumba, ia mengurai, pada saat evaluasi triwulan II memang belum terbit rekomendasi DPLH tersebut.

Baca Juga:  Ramai di Sosial Media Ada Getaran, Gempa Bumi di Bulukumba?

“Sementara berproses rekomendasi itu waktu. Tapi semua dokumen pengelolaan lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup sudah aman,” jelasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Bulukumba, Andi Rantinah Amin, mengakui beberapa kegiatan tahun 2020 ini yang tidak dilaksanakan antara lain pembangunan jembatan sungai Bialo dan pembangunan tanggul dikawasan tersebut.

Menurutnya, salah satu faktor penyebab tidak berjalannya kegiatan tersebut yakni dokumen perencanaan yang tidak siap yaitu UKL dan UPL.

“Memang selain karena realokasi anggaran, juga karena UKL dan UPL yang tidak siap dokumennya,” katanya.

Share :

Baca Juga

NEWS

Laporan Raymond Arfandy ke Polda Sulsel Dianggap Keliru dan Salah Alamat

DAERAH

Kejanggalan Pembangunan SPBU di Bulukumba: Lebih Dulu Terbit Izin Pembangunan Daripada Amdal

DAERAH

5 Koperasi Berprestasi di Bantaeng Dapat Penghargaan di Hari Koperasi

DAERAH

Pemkab Janji Segera Cairkan Rp2 Miliar Bantuan UKM Terdampak Covid-19 di Bulukumba

NEWS

Hadiri Forum Pinisi Sultan, Muchtar Ali Yusuf Terima Penghargaan Pertama Sebagai Bupati

HEADLINE

Ingatkan Soal Konsekuensi Hukum, Bupati Kumpulkan Pimpinan OPD

HEADLINE

Dua “Nyawa” Melayang Saat Polisi Gerebek Lokasi Judi Sabung Ayam di Bulukumba

NEWS

Rapat Koordinasi COVID-19, Wabup Bulukumba Unggah Dua Bawahannya Tertidur