Home / NEWS

Rabu, 28 April 2021 - 19:10 WIB

Dikemas Menyerupai Hari Raya, Tradisi Unik 16 Ramadhan di Bulukumba

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Masyarakat Bonto Mangngape, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, memiliki tradisi unik saat menyambut malam ke-16 bulan Ramadhan sebagai malam qunut atau pertengahan ramadhan. Di malam itu, masyarakat merayakan tradisi unik.

Semua warga di masing-masing rumah akan menyediakan legese ataumakanan khas Sulawesi Selatan yang hanya ada saat hari raya lebaran saja. Kemudian ditemani ayam nasu likku dan sajian lain yang ada saat lebaran.

Tradisi itu berlangsung disetiap malam ke 16 di bulan Ramadhan. Masyarakat Bonto Mangngape berkumpul bersama keluarga mulai sejak buka puasa. Dibalut suasana hangat dan penuh rasa rsyukur karena telah sampai pada pertengahan bulan suci ramadhan.

Di era sekarang ini, kebiasaan yang sudah menjadi tradisi tersebut kini berkembang, seiring semakin dikenalnya kegiatan tahunan masyarakat Bonto Mangngape itu. Banyak orang yang turut ikut dalam euforianya.

Baca Juga:  Rencana Pelantikan M Sabir 'Gaduh', Asri Jaya Tanpa Hambatan

Lurah Kalumeme, Arya Arnita, menjelaskan, tradisi malam qunut adalah satu kekayaan budaya asli masyarakat Bonto Mangngape yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Budaya qunut di malam ke 16 Ramadhan ini adalah sesuatu yang luar biasa, patut diapresiasi, dan dijaga kelestariannya. Tradisi masyarakat kita ini juga menjadi daya tarik tersendiri,” ucapnya kepada awak media, Rabu, (28/4/2021).

Apalagi kata Arya Anita, Kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Bonto Mangngape sejak dulu ini, sudah cukup dikenal masyarakat Bulukumba khususnya.

“Kegiatan ini bahkan banyak dibicarakan oleh masyarakat di daerah lain, dan tidak sedikit yang memuji dan tertarik untuk menyaksikan tradisi malam qunut ini,” bebernya.

Baca Juga:  Bantaeng Siapkan Dua Titik Pos Penyekatan Larangan Mudik dengan Pengamanan Ketat

Ia berharap, para generasi muda Bonto Mangngape dapat terus menjaga kearifan lokal tradisi malam qunut, atau tradisi syukuran telah melalui pertengahan Bulan Ramadhan.

“Salah satu keunikan yang ada di tradisi ini adalah di mana warga setiap rumah melaksanakan tradisi malam pertama qunut di bulan Ramadhan. Kegiatan ini mengandung makna silaturahmi,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Lingkungan, Bonto Mangngape, Nasrun mengatakan, malam qunut ialah sebuah tradisi turun temurun di setiap malam pertengahan bulan Ramadhan dan akan tetap dijaga dan dilestarikan sebagai budaya keislaman.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19: Tipikor Polres Bulukumba Obok-Obok Kantor Dinsos

NEWS

Belum Dibayarkan, Petugas Pemakaman Covid-19 Tuntut Hak Insentif

NEWS

Hasil Swab Bupati Bulukumba Negatif Covid-19

NEWS

Pemkab Bantaeng Terima Bantuan Alsitan Dari Aspirasi Anggota DPR-RI Azikin Solthan

NEWS

KKB Mamuju Nilai Pemerintah Lamban Respon Warga Bulukumba Terdampak Gempa Sulbar

NEWS

Bupati Bantaeng Bersama Kasdam XIV Tinjau Lokasi TMMD

NEWS

Kemenhub Bantu Pembangunan Pelabuhan Lembang Keke, Pemkab Bulukumba Fokus Infrastruktur Jalan

NEWS

Misbawati Cetak Sejarah Sebagai Perempuan Pertama Bupati Bulukumba