Home / DAERAH / HEADLINE / NEWS

Sabtu, 6 Juni 2020 - 15:29 WIB

Di Makassar Warga Ambil Paksa Jenazah PDP Covid-19

Warga di Makassar Ambil Paksa Jenazah PDP Covid-19 dari RS Labuang Baji, Jumat (5/6/2020). (ist)

Warga di Makassar Ambil Paksa Jenazah PDP Covid-19 dari RS Labuang Baji, Jumat (5/6/2020). (ist)

MAKASSAR, KUMANIKA.com — Tenaga medis di RS Labuang Baji kota Makassar dikagetkan dengan kedatangan puluhan warga yang datang dan mengambil paksa jenazah PDP Covid-19.

Informasi yang berhasil dihimpun, puluhan warga tersebut merupakan warga Jl.Rajawali 1 Kelurahan Panambungan kota Makassar. Mereka berbondong-bondong menggotong merebut paksa Jenazah warga Kelurahan panambungan Muh.Yusuf dari RS. Labuang Baji.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (5/6/2020) pagi. Puluhan warga itu masuk dan menerobos ke ruang perawatan dan mengambil paksa jenazah PDP Covid-19 bernama M Yunus warga Jl Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar.

Baca Juga:  Pantau Keramaian Tahun Baru, Bupati Bantaeng Berbagi Tips Jaga Imun

Diketahui Pasien tersebut telah menjalani dua hari perawatan.

Almarhum dinyatakan terpapar Covid-19, sementara warga menilai kalau Ia meninggal karena serangan asma bukan karena covid-19.

Direktur RS Labuang Baji Makassar dr Andi Mappatoba menyebutkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena massa langsung masuk.

“Pasien yang baru saja meninggal langsung diambil paksa keluarganya. Petugas yang ada ketakutan melihat kejadian itu,” ujar Mappatoba kepada media Tribunnews.

Beberapa orang bahkan mengancam perawat yang ada di koridor rumah sakit.

Baca Juga:  Kurangi Resiko Penularan, Satgas Covid-19 Bantaeng Lakukan Skrining di Pasar Rakyat

Tidak hanya itu, kotak penyimpanan sampel (Coolbox) Pasien Covid-19 di RS Labuang Baji dijarah oleh massa.

“Sudah dikembalikan beberapa jam setelah kejadian, masih utuh dan belum dibuka,” terang Mappatoba.

Isi kotak penyimpanan itu adalah sampel pasien Covid-19.

Ada pula data hasil swab Pasien yang meninggal dan perlengkapan medis lainnya.

“Kalau disentuh masyarakat bahaya juga. Yang jelas tidak bisa diambil karena itu isinya peralatan untuk pengambilan sampel dan hasil swab yang meninggal,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

LAINNYA

Bantah Dzalimi Muh Sabir, Kejaksaan Target Limpahkan Berkas Pekan Depan

HEADLINE

Update 31 Mei 2020: Tambah 700 Kasus Baru, Positif Corona Indonesia Capai 26.473

NEWS

PMI Bulukumba Gelar Muscab ‘Silent’, Sejumlah Pengurus Tidak Dilibatkan

DAERAH

Ketua TP PKK Bantaeng Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga

DAERAH

Peduli Kaum Perempuan, TP PKK Support Peringatan Pink Blue Day

DAERAH

Dari 76 Total Kasus Positif Covid-19 di Bantaeng, Sudah 17 Orang yang Sembuh

HEADLINE

Pusatkan Aktivitas Perdagangan, Solusi Capai Target PAD Disperindag

NEWS

Lampu Jalan di Beberapa Titik Kota Bulukumba tak Berfungsi