Home / DAERAH / HEADLINE / NEWS

Sabtu, 6 Juni 2020 - 08:07 WIB

Dewan: Rp 22 Miliar Anggaran Covid-19 Bulukumba Ngambang Kemana?

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Muhammad Bakti [DOC. Kumanika.com]

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Muhammad Bakti [DOC. Kumanika.com]

BULUKUMBA, KUMANIKA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Sulawesi Selatan telah merealokasi anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp26 miliar.

Anggaran puluhan miliar ini digunakan untuk penanganan dan dampak selama pandemi virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bulukumba.

Namun, dari total anggaran tersebut baru Rp4 miliar yang jelas sampai ke masyarakat. Rp.22 miliar sisanya digunakan kemana.

Demikian hal yang disampaikan ketua komisi D DPRD Bulukumba, Muhammad Bakti. Mengenai anggaran puluhan miliar itu, ia mengaku pihaknya bakal membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawasi penggunaan anggaran Rp26 miliar tersebut.

Baca Juga:  Kabar Baik! Pasien Positif 003 Bulukumba Sembuh, Hari Ini Dijemput oleh Keluarganya

“Kita akan bentuk pansus, karena dari Rp26 miliar anggaran yang dikucurkan, baru Rp4 miliar yang jelas sampai ke masyarakat. Rp22 miliar lainnya kita tidak tahu ngambang kemana,” kata Bakti yang juga ketua Fraksi Gerindra Bulukumba, Jumat (5/6/2020).

Pembentukan Pansus oleh DPRD Bulukumba, kata Ketua Komisi D ini agar Pemerintah Kabupaten Bulukumba mampu melakukan pertanggung jawaban penggunan anggaran.

“Penggunaan anggaran Covid-19 Bulukumba itu cukup besar, sehingga butuh pengawasan cukup ketat,” jelasnya.

Menurut Bakti, seperti halnya Dinas Sosial Bulukumba yang mendapatkan anggaran Rp1,9 miliar untuk bantuan sosial (Bansos) ke warga terdampak Covid-19.

Baca Juga:  2.084 Vaksin Covid-19 untuk Bantaeng Disebarkan 13 Titik Faskes

“Ini juga salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola angaran penanganan Covid-19 di Bulukumba. Belum lagi dengn OPD lainnya,” beber Bakti.

Namun dalam perjalanannya, kini telah berproses di kepolisian, karena terjadi dugaan mark up anggaran yang disebut merugikan daerah lebih dari Rp400 juta.

“Seperti di Dinsos, di RKA yang kita dapat bantuan beras itu sebanyak 15 kilogram, tapi di ubah lagi jadi 3 kilogram. Hanya berapa lama dikonsumsi masyarakat kalau cuman 3 kilogram,” tegas Bakti.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Tim SAR Evakuasi Nelayan Sinjai di Perairan Laut Timur Selayar

DAERAH

Diisukan Terpental Dari Pilkada Bulukumba, AHP: 3 Surat Tugas Parpol Bukan Kaleng-Kaleng

DAERAH

Baznas Bulukumba Bantu Tandon Untuk Pesantren

NEWS

Laporan Raymond Arfandy ke Polda Sulsel Dianggap Keliru dan Salah Alamat

NEWS

TPST di Kawasan Wisata Bira Terbengkalai, Sampah Menumpuk dan Berserakan

NEWS

Pelayanan Puskesmas Salassae Ditutup, 12 Orang Positif Covid-19

DAERAH

Tangis Histeris Sambut Jenazah Remaja Asal Bulukumba yang Tewas di Gunung Bawakaraeng

DAERAH

DPRD Bantaeng Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019 Menjadi Perda
error: Content is protected !!