Home / NEWS

Senin, 22 Februari 2021 - 20:13 WIB

Debit Air Berkurang, Petani Sawah Bontonyeleng Salah Prediksi Curah Hujan

Sawah tadah hujan alami kekeringan (ilustrasi)

Sawah tadah hujan alami kekeringan (ilustrasi)

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Sekitar 5 hektar lahan persawahan di dusun Seka, Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang terancam kekeringan karena kekurangan air.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Bulukumba, Sudirman, menyebutka bahwa kondisi tersebut perna terjadi beberapa tahun lalu.

“Kondisi seperti ini sudah pernah terjadi beberapa tahun lalu.” Ujar Sudirman saat ditemui oleh Kumanika.com, Senin, 22 Februari 2021.

Sudirman menjelaskan bahwa kondisi demikian terjadi lantaran adanya spekulasi yang dibuat oleh petani di Desa Bontonyeleng.

“Ini terjadi karena spekulasi oleh petani sendiri, yang beranggapan bahwa kemungkinan adanya curah hujan yang lebat pada musim tanam padi kali ini.” Terang Sudirman.

Baca Juga:  Kantor Dinsos Bulukumba Diserang Geng Motor Bersenjata

Tak hanya itu, adanya kesepakatan antar petani untuk saling berbagi wilayah irigasi. Sistimnya bergiliran untuk tanam padi, sehingga menanam padi tidak dilakukan bersama karena debit air yang tidak memadai untuk mengairi kedua sisi sekaligus.

“Para petani di sana sudah ada kesepakatan sebelumnya untuk bergiliran tanam padi, jika jalur kiri misalnya yang tanam padi, jalur kanan irigasi tanam palawija. Karena, kondisi air tidak memadai untuk mengairi kedua jalur secara bersamaan.” Jelas Sudirman.

Sudirman menambahkan bahwa sekiranya ada sumber air lain di sekitar persawahan tersebut. Pihaknya telah menyiapkan bantuan mesin pompa air untuk petani yang lahannya teracam kekeringan.

Baca Juga:  Capai Target Akseptor, Bupati Bulukumba Terima Penghargaan dari BKKBN

“Andaikan ada sumber air lain, di sini kami telah sediakan mesin pompa air untuk para pertani yang lahannya terancam kekeringan, demi menghindari polemik diinternal petani.” Ujar Sudirman.

Sementara itu, untuk pembagian irigasi secara sekunder menurut Sudirman, pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) atau pengelolah Penjaga Pintu Air (PPA) yang bertugas di desa tersebut.

Sedangkan Dinas Pertanian, sambung Sudirman. Hanya terlibat pada wilayah tersier saja.

“Yah kalau soal pembagian air secara sekunder, pihak PSDA yang berwenang dalam hal ini PPA yang bertugas di daerah itu. Dinas pertanian hanya berwenang untuk pembagian tersier saja.” tutupnya.

Reporter: NDA

Share :

Baca Juga

NEWS

Peka Bencana Sulbar, Pemkab Bulukumba Turut Galang Dana Bantuan

DAERAH

Bupati Bantaeng Upayakan Pupuk Untuk Petani Tersedia Sebelum Lebaran Idul Adha

DAERAH

Bupati Bulukumba Lolos Dari Jeratan Pelanggaran Pilkada

NEWS

Jadi Tersangka, Bupati Bulukumba Siapkan Pengganti Kepala BKPSDM

NEWS

OPD Sulit ‘Move On’, Tim Delegasi Penyusunan RKPD Ragu “Dikerja Bukan Dicerita” Terwujud

NEWS

Hadiri HUT RI ke-75, Ketua DPRD Bulukumba Bacakan Teks Proklamasi

DAERAH

Insiden Laka Truk VS Honda HRV di Bulukumba, Kuasa Hukum Komunitas Truk: Kami yang Ditabrak

HEADLINE

AM Sukri Ajak Bupati-Wabup Terpilih Tiru Kesetiaan Dirinya Bersama TSY
error: Content is protected !!