Debit Air Berkurang, 5 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Setelah kelangkaan pupuk menerjang petani di sejumlah wilayah Kabupaten Bulukumba. Kini petani kembali dihadapkan dengan masalah air.

Kurangnya debit air yang mengairi irigasi pertanian mengakibatkan sawah petani mengalami kekeringan dan menjadi ancaman panen para petani.

Petani Dusun Baji Areng, Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gantarang misalnya. Kondisi irigasi yang tidak mendukung mengakibatkan air tidak mengalir normal menuju lahan pertanian.

Petani di Dusun Baji Areng, Deni, mengatakan bahwa sekira 5 hektare lahan persawahan warga di Dusun Baji Areng terancam gagal panen. Kondisi lahan persawahannya kini telah mengalami kekeringan sehingga membuat padi tidak tumbuh dengan baik.

Baca Juga:  Pembongkaran Median Jalan Atas Permintaan Pemilik SPBU Ratulangi

“Air yang mengalir di irigasi tidak banyak, ditambah lagi kondisi irigasi yang belum ditembok. Akhirnya, air hanya meresap di irigasi dan tidak banyak yang sampai di sawah,” kata Deni, Senin, 22 Februari 2021.

Deni menerangkan jika warga di Dusun Baji Areng sudah bergiliran mengaliri sawahnya. Bahkan sebagian petani menginap di rumah sawah untuk mengawasi air tetap mengalir ke lahannya.

Baca Juga:  Bupati Bantaeng Panen Raya VUB Padi Khusus dan VUB Spesifik Lokasi

“Kondisi ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Cuma dengan cara seperti ini jadi alternatif petani agar sawahnya mendapat air dari irigasi,” keluhnya.

Deni menambahkan, irigasi pertanian yang berhulu di Dusun Kaluku, Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang itu belum pernah sama sekali tersentuh bantuan pemerintah.

“Kami berharap agar ini bisa menjadi perhatian pemerintah agar petani di desa kami tidak harus diperhadapkan dengan situasi seperti ini setiap tahun. Petani di sini sangat membutuhkan perbaikan irigasi itu,” pungkasnya.

Reporter: NDA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template