Cerita RSM Menengok Salimuddin, Disabilitas yang Ditinggal Istri dan Dua Orang Anaknya

Cerita RSM Menengok Salimuddin, Disabilitas yang Ditinggal Istri dan Dua Orang Anaknya

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Lelaki berusia 46 tahun itu berjalan menuju pintu. Meski berusaha menyembunyikan kedua tangannya yang tak lagi utuh, senyum tetap mengembang di wajahnya. Namanya Salimuddin.

Dua minggu lalu anak Salimuddin yang ke tiga, Alia, berpulang setelah mengalami kecelakaan tunggal. Perempuan itu baru duduk di bangku kelas 1 SMA. Mata Salimuddin memerah tatkala menceritakan tentang anaknya semasa hidup.

Karena tak lagi mampu berbuat banyak, tugas mengurusi rumah, memasak, hingga menyuapi Salimuddin dilakukan oleh Alia. Remaja itu melakukan semua tugas rumah tangga setelah Sang Ibu meninggal beberapa bulan sebelumnya.

Perwakilan Relawan Sosial Mandiri (RSM) Kabupaten Bulukumba, Kurnia, beberapa kali melakukan proses verifikasi dalam wawancara. Dia kesulitan menyimak pembahasan karena Salimuddin menggunakan bahasa daerah yang kental.

Baca Juga:  Dinsos Sinjai Benarkan Penyaluran BPNT Dilirik Polda Sulsel

“Saya harus mengulang pertanyaan sampai beberapa kali. Dan saat mendengar cerita pilu pak Salimuddin, saya tercengang,” katanya saat menceritakan pertemuannya dengan Salimuddin, Sabtu (30/10/2021) kemarin.

Uni, sapaannya, menjelaskan jika dulunya Salimuddin merupakan seorang lelaki pekerja keras. Merantau ke tanah Kalimantan adalah pilihannya dalam mencari nafkah. Hasilnya, Salimuddin mampu membangun rumah permanen layak huni yang ia tinggali sekarang.

 Cerita RSM Menengok Salimuddin, Disabilitas yang Ditinggal Istri dan Dua Orang Anaknya
Salimuddin (tengah) saat ditemui oleh Relawan Sosial Mandiri Kabupaten Bulukumba. Foto: Dokumentasi Istimewa

Pada 2015, karena beberapa hal, Salimuddin memutuskan pulang ke kampung halaman di lingkungan Kalakeho, Kelurahan Benjala, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Ia kemudian mengadu nasib sebagai buruh serabutan.

Sayangnya, 2017 lalu, kedua tangan Salimuddin harus diamputasi karena kecelakaan di tempat kerjanya. Saat itu, Ia tak mampu berbuat apa-apa.

“Penderitaannya tidak hanya itu, istrinya harus berpulang beberapa bulan lalu, kemudian disusul anak ke duanya. Lalu, baru-baru ini anak ke tiganya, yang diharapkan bisa mengurusi dan merawatnya, pun ikut menuju keharibaan illahi,” Uni menyambung ceritanya.

Baca Juga:  Kepekaan Sosial Andi Utta Dipuji Mantan Sekda Bulukumba

Kini, Salimuddin menjadi tanggungan anak lelaki sulungnya yang berusia 21 tahun. Seperti Ayahnya, Ia juga bekerja sebagai buruh serabutan di sekitar tempat tinggalnya. Sedangkan Si Bungsu, saai ini baru berusia 4 tahun dan harus diasuh oleh sanak kelurga yang lain.

“Saat ditanyai harapannya, dia mengaku ingin kembali bekerja. Tapi kemungkinannya sangat kecil, karena tangannya tidak bisa digunakan”.

Uni, mewakili RSM Kabupaten Bulukumba, kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk turut berkontribusi membantu Salimuddin. Semoga, kata Uni, partisipasi kita mampu memberi semangat agar harapan Salimuddin kembali hidup.

Penulis: IKM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template