Home / EKBIS

Selasa, 21 September 2021 - 18:29 WIB

Bupati Paparkan Potensi Sektor Bahari dan Keunggulan Perahu Phinisi dalam Kajida Wakannas

Bupati Bulukumba, A. Muchtar Ali Yusuf dalam FGD yang  dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Selasa (21/9/2021). Foto: Dokumentasi Istimewa

Bupati Bulukumba, A. Muchtar Ali Yusuf dalam FGD yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Selasa (21/9/2021). Foto: Dokumentasi Istimewa

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI, melalui Unit Kedeputian Sistem Nasional, melaksanakan Kajian Daerah (Kajida) ke Provinsi Sulawesi Selatan. Selasa (21/9/2021) ini, salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan Kajida yang dipimpin Deputi Bidang Sistem Nasional Mayjen TNI, Moh. Hatta Usmar Rukka, bertujuan melakukan pendalaman untuk mendapatkan masukan, serta data mengenai sumber daya kelautan dan budaya maritim.

Selain itu, mereka juga menganalisis dampak yang ditimbulkan terhadap kesejahteraan masyarakat, dukungan pada terwujudnya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, serta pengaruhnya dalam memperkuat Strategi Keamanan Nasional. Acara tersebut dilaksanakan dengan metode pengumpulan data, melalui Focus Group Discussion (FDG) serta On The Spot (OTS) ke lokasi–lokasi sasaran.

Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat identik dengan budaya maritim. Untuk produksi perikanan tangkap, wilayah ini menyumbang lebih dari 50 ribu ton hasil setiap tahunnya.

Tak hanya itu, Bulukumba juga memiliki ragam destinasi wisata alam bahari dan para pengrajin perahu Phinisi, yang menjadikan kabupaten ini dikenal dengan julukan Butta Panrita Lopi. Nilai-nilai lain yang dimiliki diantaranya baik dari aspek sosial, budaya, ekonomi, maupun nilai diplomasi.

Menurut Moh. Hatta Usmar Rukka, hal-hal tersebutlah yang membawa Wantannas RI melakukan Kajian Daerah di Kabupaten Bulukumba. Ia mengaku optimis jika kegiatan yang dilaksanakan ini tidak hanya dapat menghasilkan ide-ide yang orisinil, namun juga bisa lebih mengangkat peran Sulawesi Selatan dalam mendukung kemajuan Bangsa dan Negara, khususnya melalui visi poros Maritim Dunia.

Baca Juga:  Dinilai Terlalu Banyak, Fraksi PAN Minta Pemkab Bulukumba Rampingkan OPD

Muchtar Ali Yusuf, selaku Bupati Bulukumba, kemudian memaparkan soal potensi industri perahu rakyat yang dimiliki oleh masyarakat Bulukumba. Menurutnya, secara turun-temurun itu merupakan modal besar bagi Kabupaten Bulukumba.

Tempat pembuatan perahu yang ada, kata Bupati, juga menjadi salah satu tujuan obyek wisata bahari di Kabupaten Bulukumba. Dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, tujuh di antaranya berada di sepanjang wilayah garis pantai. Hal tersebut membutikan bahwa daerah ini memiliki daya dukung dalam memperkokoh perwujudan poros Maritim Dunia, serta menjadi salah satu pusat kebudayaan bahari di Nusantara.

“Wilayah Bulukumba dikenal sebagai daerah empat dimensi, mulai dari laut, pesisir, dataran rendah, atau persawahan dan pegunungan. Semua lanskap wilayah Bulukumba ini memiliki potensi untuk dikembangkan,” tutur Bupati.

Ia melanjutkan bahwa secara turun temurun, kebudayaan bahari sejak dulu telah dimiliki oleh masyarakat Bulukumba, ditandai dengan kecerdasan masyarakatnya dalam membuat perahu. Namun, tantangan yang harus dihadapi saat ini adalah bagaimana kebudayaan tersebut dapat dilestarikan sepanjang masa. Apalagi, phinisi kini telah ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia Takbenda oleh UNESCO.

Baca Juga:  Beri Kemudahan Untuk Masyarakat, PLN Luncurkan PLN Mobile

“Oleh karena itu, melalui kunjungan dan kegiatan ini, maka kehadiran tim kajian setjen Wantannas menjadi momentum yang baik untuk menjelaskan dan melihat secara utuh potensi yang dimiliki bulukumba. Termasuk tantangan dan permasalahan yang dihadapi saat ini,” ujar Andi Utta.

FGD dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, sekaligus dibuka oleh Bupati Bulukumba, H. A. Muchtar Ali Yusuf, diikuti oleh unsur Forkopimda Bulukumba, para Kepala OPD Terkait, sejumlah Camat, Kepala Desa, Lurah, tokoh Masyarakat, serta tokoh Budayawan.

Acara FDG tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Drs. Akhmad Januaris beserta tokoh Budayawan, Arif Saenong, sebagai narasumber.

Setelah mengikuti Focus Group Discussion, selanjutnya Tim Kajida Setjen Wantannas RI bergerak menuju lokasi-lokasi industri pembuatan Perahu Phinisi di Kecamatan Bonto Bahari, serta beberapa destinasi Wisata Budaya dan Bahari di kabupaten Bulukumba.

Tim Kajida Kedeputian Sistem Nasional terdiri dari Mayjen TNI Moh. Hatta Usmar Rukka (Deputi Sistem Nasional selaku Penanggung Jawab, Brigjen TNI Ganef Suwondo (Pembantu Deputi Bidang Lingkungan Alam) selaku Ketua Tim, serta anggota tim yang terdiri dari Brigjen TNI M. Affandi, Brigjen TNI Marjani, Kombes Pol Yulias, Kolonel Laut (KH) Tantawi Jauhari, Dra. Sri Rahayu Purwaningtyastuti, dan Haryo B. Rahmadi.(*)

Share :

Baca Juga

EKBIS

Gubernur Sulsel Kucurkan Anggaran Rp 46 Miliar di Wisata Bira Bulukumba

EKBIS

“Tevana House Reef, Bungalow Ramah Lingkungan di Pantai Bara”

EKBIS

Kampung Ramadhan Resmi Dibuka, Ketua HIPMI: Dikerja Bukan Dicerita
Dapat Bantuan Modal, Pengusaha Meubel Bantaeng Kini Bisa Suplai ke Luar Daerah

EKBIS

Dapat Bantuan Modal, Pengusaha Meubel Bantaeng Kini Bisa Suplai ke Luar Daerah

EKBIS

Gudang Bulog Bulukumba Melimpah,  Serapan Beras dan Gabah Petani Terhenti 

EKBIS

Siswa Belajar di Rumah, SPP Tetap Sama

EKBIS

New Normal, Pengusaha Diminta Rekrut Pekerja yang di PHK

EKBIS

Pekan Depan, NH Pembicara Pertumbuhan Ekonomi Bali