Home / NEWS

Jumat, 27 Agustus 2021 - 13:14 WIB

Bupati Bulukumba Minta OPD Persiapkan Grebek Stunting Warga

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba berkomitemen untuk menurunkan angka stuntung melalui aksi grebek ke rumah-rumah warga. Grebek stunting dilakukan untuk mendeteksi setiap warga.

Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan langkah-langkah untuk merespon hal tersebut.

“Grebek stunting dilakukan melalui pendeteksian atau pelacakan dari rumah ke rumah dan setiap warga yang terdeteksi akan rumahnya akan dipasangi sticker,” ungkapnya.

Muchtar mengungkapkan bahwa, selain masalah penanganan wabah Covid-19, saat ini terdapat tiga isu utama bidang kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah, yaitu Stunting, Tuberculosis, dan Imunisasi, dimana Indonesia adalah negara ke 5 dengan jumlah balita tertinggi yang mengalami stunting.

“Dari 23 ribu anak balita di kabupaten Bulukumba, ada sekitar 3,59 persen anak yang mengalami stunting,” ungkapnya.

Muchtar juga mengatakan bahwa kekurangan gizi pada masa kanak-kanak berkonsekuensi bukan saja di usia kecil anak, tetapi akan berdampak sepanjang hidupnya, yang jika tidak ditangani dengan baik, maka persoalan stunting yang masif dapat mengganggu produktivitas nasional dan mengancam generasi muda dan bangsa.

Baca Juga:  Proses Lelang Sesuai Prosedur, Pemerintah Bulukumba Disebut Sangat Transparan

“Olehnya itu, pemerintah menyadari betul persoalan ini dan telah menjadikan penanggulangan stunting sebagai prioritas nasional,” terang Andi Utta sapaan akrab Muchtar Ali Yusuf.

Selain itu, sebagai bentuk perhatian besar pemerintah terhadap permasalahan stunting di Kabupaten Bulukumba, maka kedepan akan dibentuk sebuah program yaitu grebek stunting guna untuk mengantisipasi serta menanggulangi masyarakat yang terdampak stunting di Bulukumba.

“Saya akan buat grebek stunting, sehingga kita bisa antisipasi dan proteksi masyarakat kita yang terdampak, tolong dijadikan perhatian dan program ini akan terus saya pantau,” ucapnya.

Diketahui, stunting merupakan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Baca Juga:  Serahkan Gaji ke Guru Mengaji dan Imam Masjid, Camat Ujungbulu: Semoga Bupati Dapat Keberkahan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bulukumba, Ferryawan Z Fahmi, menuturkan, rembuk Stunting merupakan suatu langkah peting yang harus dilakukan Pemkab Bulukumba.

“Hal ini penting dilakukan agar pemerintah dapat memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intevensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Ferryawan yang juga Ketua Tim Pencegahan dan Penanganan Stunting Bulukumba menerangkan bahwa kegiatan tersebut adalah perwujudan dari komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan pelayanan hak dasar masyarakat di bidang kesehat

Merespon keinginan Pemkab Bulukumba, Ketua Pusat Stunting SDGs Center Universitas Hasanuddin yang juga Ahli dalam penanganan Stunting, Dr Djunaidi M Dachlan mengungkapkan jika ini adalah yang pertama dilakukan di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi dan inilah sebenarnya kunci dari pertemuan kita hari ini, jika ini dilakukan secara terintegrasi maka persoalan Stunting akan cepat diselesaikan”, ujar Djunaedi.

Penulis: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

Sejumlah Daerah Kirim Relawan Bantuan, Pemkab Bulukumba Tunggu Intruksi

NEWS

Memasuki Usia ke-18, Radio SPL Hadir Sebagai Mitra Masyarakat

NEWS

Ikutan Yuk! Alfarabi Project Peduli Masamba: Berlibur untuk Beramal

NEWS

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin, Bupati Bantaeng Harap Tidak Muncul Kluster Baru Covid-19

NEWS

Dapat Apresiasi Komisi B, Daud: Support yang Akan Lebih Meningkatkan Kinerja

NEWS

Lihat Tenaga Honorer Bertugas di Masa Pandemi, Ini Doa Bupati Bantaeng

NEWS

DPRD Bulukumba Terima Penolakan RUU HIP MUI

NEWS

Berjiwa Pemimpin Sejak Kecil, Kini Menjadi Ketua Bawaslu Tanbu Hingga Pimpin 3 Perusahaan