Bupati Bulukumba Ajak Demonstran Kolaborasi dan Berjanji Sejahterakan Petani

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Puluhan warga yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Kaum Tani Tak Bertanah atau Landless Day, Senin (29/2/2021) di depan Kantor Bupati Bulukumba.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memberikan respon cepat dengan mengajak perwakilan para demonstran untuk masuk ke ruang rapat Bupati untuk mendiskusikan terkait issu yang dibawa para demonstran.

Diketahui pengunjuk rasa meminta pemerintah agar memperhatikan terkait persoalan lahan di kampung Jolli yang saat ini ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura).

Selain itu, mereka juga menolak rencana Bupati untuk mendatangkan Salim Group berinvestasi sawit di bulukumba yang menurutnya Salim Group ada hubungannya dengan PT Lonsum

Baca Juga:  Bupati Bulukumba Ingin Teknologi Digital Diterapkan di Pemkab

“Kami meminta harusnya pemerintah mengajak Salim Group melalui anak perusahaannya (PT Lonsum) untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun”, kata Rudy Ketua AGRA Bulukumba.

Sementara itu, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi para demonstran yang telah tertib memberikan masukan pada masa pemerintahannya.

Menurutnya aksi yang dilakukan para demonstran adalah sebagai bentuk support kepada pemerintah serta sebagai bentuk kecintaan masyarakat Bulukumba yang ingin melihat Bulukumba kedepannya lebih baik.

“Doakan saya, beri saya kesempatan, Insya Allah saya akan membuat bagaimana Bulukumba kita ini berkembang dan menemukan solusi untuk permasalahan yang Bapak/Ibu sampaikan hari ini”, ucap Andi Muchtar Ali Yusuf yang akrab disapa Andi Utta.

Baca Juga:  Edy Manaf Serahkan Bantuan Baznas Bulukumba

Andi Utta mengungkapkan saat ini pemerintah mempunyai program awal kepada petani yakni pemberian bibit unggul untuk petani yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen.

Olehnya itu Andi Utta mengajak masyarakat ataupun pihak–pihak lain untuk berkolaborasi dalam upaya pemerintah tersebut.

“Kalau kita punya lahan, tetapi lahan kita hanya punya tanaman yang tidak mempunyai nilai ekonomi, it’s impossible (mustahil) kita bisa berkembang”, ungkap Bupati yang berlatar belakang pengusaha tersebut.

Reporter: Dev

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template