Bunga Terlalu Tinggi, Pemkab Bulukumba Batal Ajukan Pinjaman

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba mengajukan pinjaman uang Rp200 miliar di PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SIM), kemungkinan batal.

Tingginya pajak yang diajukan PT SIM kepada Pemkab Bulukumba dianggap terlalu besar sehingga pengajuan pinjaman untuk proyek infrastruktur itu kemungkinan batal.

Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Patudangi Asiz, yang dikonfirmasi menilai jika bunga sebesar 12 persen yang diajukan PT SMI akan memberatkan pemerintah dalam melakukan pengajuan.

“Bunganya cukup tinggi, jadi kemungkinan batal lakukan pinjaman. Sata sudah sampaikan ke bupati, ada bank yang siap berikan bunga 6 persen untuk pinjaman,” terangnya, Kamis, 12 Agusturs 2021.

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diajukan pemerintah telah tertuang rencana pinjaman daerah termasuk program yang akan dibangun menggunakan uang pinjaman tersebut.

Baca Juga:  25 Warga Bulukumba Dideportasi, Pemkab Bulukumba Diminta Menjemput

“Kami berharap agar uang yang dipinjaman dapat digunakan untuk pembangunan yang membarikan pemasukan ke daerah. Agar pinjaman tidak menjadi beban setiap tahunnya,” ujarnya.

Patudangi mencontohkan, pembangunan sektor pariwisata dan rumah sakit salah satu pembangunan yang akan memberikan pemasukan ke pemerintah.

“Seperti pariwisata, rumah sakit yang dibiayai bisa memberikan pemasukan, dia sendiri bayar utangnya, begitu,” kata Patudangi.

Sebelumnya, Sekretaris Bappeda Bulukumba, Amran Syaukani mengatakan, jika pemkab saat ini baru dalam tahap pengajuan minat.

“Pemkab sisa menunggu keputusan dari kementrian. Karena kita baru sebatas menyampaikan pengajuan dan minat untuk melakukan peminjaman,” jelas.

Amran merinci, jika pengusulan anggaran itu nantinya bakal digunakan untuk proyek renovasi Pasar Sentral Bulukumba, Pasar Tanete, Pasar Kalimporo dan juga lanjutan Pasar Seni Bira.

Baca Juga:  Laporkan ke Polisi, Mantan Ketua HIPMI Diancam Badik oleh Pejabat Pemkab Bulukumba

“Termasuk juga pembangunan kawasan Pantai Bira, mall pelayanan publik dan revitalisasi Stadion Mini Bulukumba,” jelasnya.

Mantan Kasubag Humas Pemkab Bulukumba ini mengaku, jika proses peminjaman masih panjang. Belum lagi harus dibahas melalui RPJMD, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD).

“Kalau pinjaman kita disetujui, kita akan diundang untuk memaparkan apa saja perencanaan kita, apa-apa saja yang akan dibiayai melalui anggaran tersebut,” jelas Amran.

Sebelumnya, rencana peminjaman Rp200 Miliar Pemkab Bulukumba menjadi pro kontra. Ada yang menyebut jika Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba tak dilibatkan dalam prosesnya.

Penulis: IKM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template