Home / NEWS

Selasa, 18 Agustus 2020 - 13:27 WIB

BOK Belum Tuntas, DPRD Temukan Lagi Masalah di Dana Non Kapitasi Rp17 Miliar Dinkes Bulukumba

Syamsir Paro, Anggota DPRD Bulukumba Fraksi PAN (FOTO: Humas DPRD).

Syamsir Paro, Anggota DPRD Bulukumba Fraksi PAN (FOTO: Humas DPRD).

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Bulukumba tak henti-hentinya menuai polemik soal anggaran. Belum lagi selesai persoalan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang diduga terindikasi korupsi.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba kembali menemukan masalah di dana non kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun anggaran 2019.

Dana non kapitasi yang dikelola Dinkes Bulukumba ini dinilai bermasalah pasalnya, sejumlah Puskesmas belum menerima sepenuhnya dana non kapitasi JKN. Hal tersebut terungkap saat DPRD Bulukumba telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Puskesmas dan Dinkes Bulukumba terkait dana non kapitasi JKN 2019.

Anggota Komisi D DPRD Bulukumba, Syamsir Paro mengatakan jika dana non kapitasi JKN 2019 disinyalir bermasalah. Pasalnya sejumlah Puskesmas mengeluhkan belum diterimanya dani kapitalisi tersebut.

“Sejumlah Puskesmas mengeluh lantaran dana non kapitasi JKN 2019 belum sepenuhnya diterima. Padahal, dana non kapitasi 2019 sudah masuk ke rekening Dinkes Bulukumba,” katanya, Senin, 17 Agustus 2020.

Bahkan, anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi PAN, Syamsir Paro, mengakui untuk dana non kapitasi JKN terhitung Januari hingga April 2020 yang sudah masuk ke rekening Dinkes Rp13 Miliar.

Baca Juga:  Kejaksaan Terima SPDP Dugaan Korupsi BOK Dinkes Bulukumba

“Sudah ada di rekening Dinkes tapi sampai saat ini masih banyak pegawai Puskesmas yang belum menerima tunjangan yang bersumber dari dana non kapitasi JKN,” terangnya.

Syamsir Paro menegaskan, DPRD akan meminta klarifikasi dari sejumlah pihak terkait untuk mendalami dugaan penyalahgunaan dana non kapitasi 2019.

“Kami akan memanggil pihak-pihak yang terkait untuk mendengarkan klarifikasi atas dana kapitasi ini,” tegasnya.

Dalam berita sebelumnya, Polres Bulukumba mengumumkan babak baru terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Bulukumba Tahun Anggaran (TA) 2019.

Berdasarkan perhitungan, kerugian anggaran negara ditemukan bertambah Rp2,3 miliar menjadi Rp6,4 miliar dari sebelumnya sebanyak Rp4,7 miliar.

“Sebelumnya Rp 4,7 miliar, dan dari hasil penyelidikan kita ada kenaikan menjadi Rp6,4 miliar. Itu hasil temuan sementara,” beber mantan Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra, beberapa pekan lalu.

Baca Juga:  Posko Balangpesoang Bulukumpa Catat 22 Pemudik Diminta Putar Balik

Temuan bertambahnya kerugian negara tersebut kata dia, berasal dari pertanggungjawaban yang disampaikan seluruh Pusksesmas yang ada di Kabupaten Bulukumba.

“Beberapa saksi sudah diperiksa. Adapun Bendahara Dinas Kesehatan sendiri sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 4 kali, mengingat pengambilan dan pengeluaran anggaran dana BOK TA 2019 tersebut melalui dirinya,” katanya.

Bery mengaku bahwa Badan Pengawasan Keuangan (BPK) RI Sulawesi Selatan sudah membentuk tim investigasi untuk menangani kasus ini. Dalam waktu dekat lanjut dia, tim tersebut akan diturunkan

Sementara untuk penetapan tersangka, Bery masih menunggu hasil dari BPK kemudian dilanjutkan dengan gelar perkara. “Kita menunggu hasil gelar terkait penetapan tersangka,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Polres Bulukumba telah mengumpulkan alat bukti yang diamankan dari 20 Puskesmas. Dokumen-dokumen tersebut berasal dari hasil pemeriksaan.

“Sekarang kita sementara menunggu balasan surat dari BPK RI untuk menentukan kerugian negara, potensi kerugian negara itu sekitar 4,7 miliar. Itu berdasarkan perhitungan kami,” papar dia, Selasa 2 Juni 2020) lalu.

EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

NEWS

Tiga Petugas Posyandu di Bulukumba Mengaku Diberhentikan Tanpa Sebab

NEWS

Antisipasi Kontinjensi Bencana Alam, Bupati Bantaeng Pimpin Apel Kesiagaan

NEWS

Pemkab Akan Siapkan Sarana Penunjang Pemulihan Ekonomi Bulukumba

NEWS

Sesuaikan Kebutuhan, Perekrutan Honorer Dihentikan

NEWS

Ahmad Akbar Harap HUT Bulukumba ke-61 Jadi Momentum Menjaga Kekompakan

NEWS

Bantaeng Jadi Titik Pertama Distribusi 800 Paket Ikan Beku

NEWS

Tumpukan Bekas Material Pekerjaan Pipa PDAM di Sinjai Timur di Keluhkan Warga

NEWS

Rencana Pelantikan M Sabir ‘Gaduh’, Asri Jaya Tanpa Hambatan