Home / DAERAH / HEADLINE / NEWS

Senin, 15 Juni 2020 - 17:04 WIB

BLT Covid-19 Desa di Bulukumba Diprotes Warga, Tahap Pertama Dapat Tahap Kedua Tidak

Ilustrasi BLT

Ilustrasi BLT

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Salah seorang warga, Agus di desa Bukit Harapan kecamatan Gantarang kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan protes terhadap pemerintah desa Bukit Harapan soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak Virus Corana.

Bersama salah seorang kerabatnya, Adi. Agus mempertanyakan BLT tersebut pasalnya pada penyaluran tahap kedua dirinya tak lagi mendapatkan bantuan tersebut, padahal pada tahap pertama ia dapat dan sampai saat ini namanya masih tercantum sebagai penerima BLT.

“Tahap pertama saya dapat, tahap kedua tidak lagi, padahal saya masih tercantum sebagai penerima,” ujar Adi mewakili Agus, kepada Kumanika.com, Senin (15/6).

Lebih lanjut, driver angkutan umum lintas daerah ini mempertanyakan mekanisme penggantian penerima BLT, apakah sepihak diputuskan kepala desa tanpa mengkonfirmasi dirinya terlebih dahulu.

“Tiba-tiba saya dicoret dari daftar penerima tanpa diberitahu,” keluhnya.

Selain itu, Agus berharap pemerintah desa Bukit Harapan bisa adil dan transparan dalam penyaluran BLT tersebut guna tepat sasaran bagi yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga:  DPRD Bantaeng Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019 Menjadi Perda

“Saya ini sopir angkutan Bukukumba-Makassar, yang tentu sangat terdampak akibat wabah Corona ini, jadi kita harap pemerintah desa berlaku adil,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Bukit Harapan, Asbar yang dikonsumsi mengatakan bahwa warga bernama Agus tersebut, seorang supir mobil Bulukumba-Makassar yang bermukim di Dusun Tabboakang, Desa Bukit Harapan.

Diketahui, alasan utama pengalihan penerima BLT supir mobil adalah untuk diberikan kepada warga yang lebih layak. Mengingat, volume keuangan pemerintah desa hanya bisa 135 orang.

Awalnya, beberapa supir mobil ini menerima BLT senilai Rp.600.000 tahap pertama dan direncanakan sampai tiga bulan. Namun pada tahap kedua kata dia, ada usulan masyarakat melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bukit Harapan untuk dilakukan pergantian kepada mereka.

“Setelah musyawarah bersama BPD, saya temui supir mobil untuk menyampaikan hasil rapat, dan mereka menerima untuk dialihkan kepada yang lebih layak,” kata Asbar.

Baca Juga:  Kapolsek Bulukumpa Keliling Pasar Tanete Beri Edukasi Kamtibmas

Sementara itu, ia mengaku tidak punya kesempatan menemui Agus secara langsung. Asbar lantas mengutus Kepala Dusun Tabboakang untuk menemuinya karena kebetulan rumahnya berdekatan.

Informasi yang diterima melalui Kepala Dusun, Asbar mengatakan bahwa jawaban Agus sama dengan supir mobil lainnya yang menerima keputusan yang disepakati pihak Pemerintah Desa Bukit Harapan.

Atas dasar itu, pemerintah desa bersama BPD kembali bermusyawarah terkait nama-nama yang dikeluarkan untul kemudian masuk di berita acara.

Setelah penerimaan diberikan, salah seorang keponakan Agus, yaitu Adi malah keberatan dengan keputusan itu. Sedangkan jauh hari sebelumnya penyampaian usulan pergantian supir mobil sudah dilakukan.

“Nah kemarin mulai pagi sampai sore saya tunggu, belum ada konfirmasi sampai saat ini. Yang bersangkutan (Agus) juga tidak pernah datang ke rumah, padahal rumahnya dekat dengan rumah saya,” pungkas Asbar.

Share :

Baca Juga

NEWS

Diskominfo Bulukumba Ditahun 2020 Mampu Raup Rp359 Juta dari Menara Telekomunikasi

NEWS

Kumpulkan Stakeholder, Bupati Kembali Bicarakan Antisipasi Banjir

DAERAH

KPU Bulukumba Ancam Batalkan Kandidat yang Namanya Berbeda di KTP dan Rekomendasi Parpol

NEWS

Hari Pertama Berkantor, Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba Ungkap Subtansi Dikerja Bukan Dicerita

NEWS

Legislator Maros Study Banding di DPRD Bulukumba

NEWS

Peka Bencana Sulbar, Pemkab Bulukumba Turut Galang Dana Bantuan

NEWS

BPUM Tahun 2020 Menyisahkan “Keluh” Bagi Penerima

DAERAH

Tingkatkan Produksi Pertanian di Masa Pandemi Covid-19, Ilham Azikin Masuk Daftar Bupati Berprestasi di Sulsel
error: Content is protected !!