Home / NEWS

Jumat, 26 Maret 2021 - 15:42 WIB

Bio Farma Segera Produksi 43 Juta Dosis Vaksin Covid-19

JAKARTA, KUMANIKA. com– Indonesia kembali kedatangan 16 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac dalam bentuk bahan baku (bulk). Kedatangan vaksin tahap ketujuh ini menjadikan total 53,5 juta vaksin Sinovac yang telah diperoleh pemerintah. Bio Farma selaku penanggung jawab produksi dan distribusi vaksin langsung bergerak cepat dalam mengolah bahan baku menjadi vaksin jadi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengungkapkan 53,5 juta dosis vaksin mentah itu akan diolah menjadi 43 juta dosis vaksin jadi. “Dari total 53,5 juta dosis ini diperkirakan akan menjadi 43 juta dosis karena ada waste test, ” ucap dia, dalam Dialog Produktif bertema Vaksin Datang Lagi, Pemerintah Percepat Vaksinasi yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Kamis (25/3) kemarin.

Bambang menegaskan Bio Farma berkomitmen mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 melalui pemenuhan kebutuhan akan ketersediaan vaksin virus korona. Sehingga kebutuhan vaksin Covid-19 bagi 181 juta penduduk
Indonesia dapat terpenuhi seutuhnya.

“Sejak kedatangan vaksin bulk pertama, kita sudah memulai proses produksi dan sampai hari ini sudah menjadi 24 batch atau sekitar 24 juta dosis dan sudah didistribusikan sebanyak 17 juta dosis. Datangnya 16 juta dosis hari ini akan memperpanjang proses produksi vaksin Covid-19 ini nanti,” ujar Bambang.

Baca Juga:  Anggaran Penyelenggaraan Pilkada Bulukumba 2020 Tidak Akan Bertambah

Bambang mengimbuhkan adanya waste taste dalam proses produksi bahan baku vaksin menjadi vaksin jadi memang lumrah. Sehingga tidak aneh apabila jumlah bahan baku yang masuk dan jumlah vaksin yang diproduksi berkurang beberapa persen.

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Badan POM, Lucia Rizka Andalusia, menambahkan proses lanjutan atas vaksin menjadi domainnya untuk menguji sebelum didistribusikan. Disebutnya pemeriksaan berkelanjutan dilakukan pada setiap batch karena vaksin ini memang produk berisiko tinggi.

“Itukarena sifatnya tidak stabil sehingga perlu kita perlakukan sangat hati-hati. Perlu diketahui pula bahwa setiap batch vaksin mendapatkan sertifikat pelepasan (certificate of release), maknanya bahwa vaksin tersebut sudah dicek kembali oleh Badan POM untuk menjaga mutunya,” tuturnya.

“Sampai saat ini tidak ada kendala berarti pada proses pengujian hingga pemberian sertifikat pelepasan ini. Kita sudah mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk memberikan percepatan rilis vaksin-vaksin Covid-19 ini,” sambung Lucia.

Baca Juga:  Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Bupati Bantaeng Hadiri Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Bio Farma sendiri diketahui telah mendistribusikan vaksin jenis Sinovac ke 34 provinsi se-Indonesia. Dalam penyaluran itu, jalur distribusi Badan POM ikut terlibat, baik di tingkat provinsi hingga tingkat kabupaten/kota.

“Ada 34 UPT Badan POM di Provinsi dan 40 Loka POM di kabupaten yang akan mengawal di sepanjang jalur distribusi vaksin Covid-19 agar kondisi vaksin tersebut tetap bermutu dan disimpan dengan baik,” jelas Lucia.

Untuk waktu kedaluwarsa vaksin Covid-19, Lucia mengungkapkan vaksin korona terbilang masih baru lantaran diproduksi pada akhir tahun 2020. Pengujian stabilitas industri farmasi menunjukkan data kestabilan selama tiga bulan. Dengan data tersebut Badan POM memberikan batas kedaluwarsa vaksin Covid-19 selama enam bulan, baik Sinovac maupun Astrazeneca.

“Vaksin ini kita ketahui tidak 100% melindungi kita dari virus Covid-19, oleh karena itu kita tetap menjalankan protokol kesehatan. Tapi hendaknya kita melakukan vaksinasi, karena setelah divaksinasi akan mengurangi kesakitan saat terpapar Covid-19,” tutup dia. (*)

Share :

Baca Juga

NEWS

Sidang Diluar Gedung, PA Bulukumba Kunjungi Desa Lonrong

DAERAH

Terima PKH Selama 5 Tahun, Suharni Kini Jadi Pengusaha Beromset Jutaan

NEWS

Kondisi Cuaca di Bulukumba Masih Taraf Normal, Andi Akrim: Kita Tetap Waspada

NEWS

Pemkab Bulukumba Launching Vaksinasi Covid-19, Diawali Pengecekan Kesehatan

NEWS

Galang Dana di Jalan, PMII Bulukumba Minta Pemda Peka Kondisi Mamuju

NEWS

TNI-Polri Bulukumba Siap Amankan Pilkada 2020

NEWS

Ratusan Bungkus Rokok Ilegal Ditemukan di Kabupaten Bulukumba

NEWS

Kepesertaan JKN di Kabupaten Bulukumba Masih Rendah