Home / NEWS

Kamis, 12 November 2020 - 19:25 WIB

Bhabinkamtibmas Mediasi Kasus Penganiayaan Bersama Kepala Desa Polewali

BULUKUMBA, KUMANIKA.com–Bhabinkamtibmas Polsek Gantarang Polres Bulukumba Bripka Baso Sufri SH bersama Kepala Desa Polewali melakukan mediasi warga binaannya yang berselisih paham di Kantor Desa Polewali, Kamis (12/11/2020).

Mediasi ini dilakukan terkait penganiayaan yang dilakukan oleh Ibu Eda terhadap Ibu Sania.

Bripka Baso Sufri,SH., selaku Bhabinkamtibmas menghimbau kepada kedua belah pihak agar menyelesaikan permasalahan tersebut dengan musyawarah.

Baca Juga:  Polisi di Bulukumba Aktif Sosialisasi Protokol Kesehatan

“Juga membuat surat pernyataan untuk berdamai dan tidak saling dendam atas kejadian tersebut,” jelasnya.

Dalam kegiatan Problem Solving tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan nasehat dan imbauan Kamtibmas tentang pentingnya hidup rukun dan damai serta saling toleransi.

“Dengan adanya kegiatan problem solving ini permasalahan tersebut bisa dimediasi dan diselesaikan secara musyawarah bersama antara kedua belah pihak,” paparnya.

Baca Juga:  Kadinkes Sulsel Sebut 12 Kabupaten Aman Covid-19, Berikut Daftarnya

Setelah di mediasi, kedua belah belah pihak sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan dan berakhir dengan penandatanganan surat pernyataan antara kedua belah pihak yang berjanji untuk berdamai dan saling memaafkan atas kejadian tersebut.

Share :

Baca Juga

NEWS

Beri Ucapan Selamat, Plt Direktur RSUD Bulukumba Minta Dewas Jaga Sinergitas

NEWS

Pasar Bontonyeleng Difungsikan, Kades: Saya Tegaskan Los Jualan Tanpa Biaya

NEWS

Pemerintah Harus Berpihak ke Masyarakat, BMC Minta Izin SPBU Ditinjau Ulang

DAERAH

Kembali Kepung DPRD Bulukumba, Massa Desak Dewan Kompak Tolak UU Cipta Kerja

DAERAH

Hasil Swab Bupati Bulukumba Negatif Covid-19

DAERAH

Melihat Harmonisnya Bupati Dan Kajari Bulukumba di Hari Bhakti Adhyaksa ke-60

DAERAH

Upaya Satu Keluarga Gugat Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Tuntut Makam Dipindahkan

NEWS

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bersinergi Gelar Operasi Yustisi
error: Content is protected !!