Home / NEWS

Kamis, 19 November 2020 - 14:40 WIB

Baznas Bulukumba Salurkan Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

IST

IST

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba melalui program pemberdayaan ekonominya, menyalurkan bantuan mesin jahit dan alat perbengkelan kepada warga Bulukumba yang menjadi Mustahik (penerima zakat, infaq, sedekah) sehingga warga tersebut mampu menopang ekonomi keluarganya melalui usaha menjahit dan perbengkelan.

Ketua Baznas Bulukumba HM Yusuf Sandi menjelaskan sebagai bagian dari Pemerintah Daerah yang bergerak di bidang layanan publik dapat terus berbagi kepada saudara- saudara kita yang tergolong sebagai Mustahik. Dalam penyaluran bantuan kali ini, Baznas membagikan 15 mesin jahit dan 4 paket alat perbengkelan. Penerima alat tersebut ada secara pribadi maupun dalam bentuk kelompok usaha.

Lebih lanjut, Yusuf Sandi menyebut kepercayaan masyarakat kepada Baznas Bulukumba untuk mengelola zakatnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, terkumpul sekitar Rp500 juta, tahun 2018 sebesar Rp1,4 milyar, dan tahun 2019 naik menjadi Rp2,2 milyar.

Baca Juga:  Dapat Dukungan Pemkab, Penerimaan Pajak di Bantaeng Capai 96,71 Persen

“Target kita tahun 2020 ini sebesar 2,7 milyar. Namun karena wabah Covid-19 sepertinya tidak bisa memenuhi target sampai akhir tahun ini. Tapi alhamdulillah zakat yang terkumpul sampai saat ini sudah hampir mencapai 2 milyar,” ungkapnya di acara penyaluran bantuan di aula Kantor Baznas Bulukumba, Kamis 19 November 2020.

Selain bantuan usaha ekonomi, pihaknya juga memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa kepada siswa, mahasiswa dan santri yang tidak mampu dan berprestasi, serta bantuan penyelesaian studi.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hj. Darmawati yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini harus dimaknai sebagai upaya pemerintah atau Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita dari kalangan fakir miskin.

Ibaratnya Pemerintah memberikan alat pancing, bukan ikannya, dengan tujuan bahwa dengan penyerahan bantuan alat mesin jahit dan perbengkelan ini, diharapkan penerima mampu mengembangkan usahanya melalui kegiatan menjahit dan perbengkelan.

Baca Juga:  Kabupaten Bulukumba Jadi Daerah Pertama Hadirkan Komisi Informasi

“Dengan keahlian yang dimiliki dan semangat dalam bekerja, para penerima mampu menjadi penopang hidup keluarganya, Insya Allah,” pinta Darmawati.

Salah seorang penerima bantuan mesin jahit, Mustafa 34 tahun mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan dari Baznas. Menurutnya usaha menjahitnya bisa dikembangkan lagi dan bisa menambah orang sebagai tenaga menjahit.

Pria penyandang disabilitas fisik ini berprinsip tidak mau membebani orang lain, sehingga dia berupaya untuk hidup mandiri dengan usaha jahitnya sendiri.

Diceritakannya, awal tahun 2010 ia mengikuti kursus menjahit. Lalu kemudian 4 tahun lamanya ikut menjahit di usaha orang lain. Setelah itu ia buat usaha menjahit sendiri dengan melibatkan 3 orang teman penyandang disabilitasnya.

”Sebelum saya menerima bantuan ini, pihak Baznas terlebih dahulu melakukan survey usaha saya. Dan alhamdulillah, saya juga salah seorang penerima bantuan,” bebernya.

Editor: Ayezzah

Share :

Baca Juga

NEWS

Nurdin Abdullah Ditetapkan Tersangka, PKS Bulukumba: Kader PKS Bisa Ikut Bertarung di Pilgub 2024

NEWS

BPD Bonto Baji Jadi Desa Pertama Rampungkan Laporan Kinerja 2020 se-Kecamatan Kajang

NEWS

Tak Diumumkan Pemerintah, Positif Covid-19 di Bulukumba Tambah 2 Kasus

NEWS

Hadiri Forum Pinisi Sultan, Muchtar Ali Yusuf Terima Penghargaan Pertama Sebagai Bupati
Kapolres Bulukumba Gandeng Universitas Muhammadiyah untuk Gelar Vaksin Merdeka

NEWS

Kapolres Bulukumba Gandeng Universitas Muhammadiyah untuk Gelar Vaksin Merdeka

NEWS

Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Bulukumba Dilakukan Secara Virtual, Diskominfo Lakukan Persiapan

NEWS

Rencana Pelantikan M Sabir ‘Gaduh’, Asri Jaya Tanpa Hambatan

NEWS

Temuan Pansus DPRD: Rp600 Juta Anggaran BOK Dinkes Bulukumba Belum Tersalurkan