Bawaslu Bulukumba Dalami Dugaan Politik Praktis Kabid Gender Dinas P3A

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba sementara mendalami dugaan keterlibatan Kepala Bidang (Kabid) Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Bulukumba, inisial SI yang beredar melalui foto dalam agenda deklarasi tim salah satu Bakal Calon Bupati (Bacabup) di Kecamatan Bulukumpa.

Saat ini, Ketua Bawaslu Bulukumba, Ambo Radde Djunaedi mengatakan, Panswaslu Kecamatan Bulukumpa sedang melakukan penulusuran dan pengkajian dari hasil pengawasan yang mereka lakukan.

“Kami menunggu hasil dari Panswascam, karena mereka yang mengawasi langsung. Saat ini sementara berproses, kalau selesai mungkin akan segera dia dorong ke kabupaten,” tutur Ambo Radde Djunaedi, kepada Kumanika.com, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga:  HM21 Komitmen Naikkan Gaji Tenaga Honorer di Bulukumba

Diberitakan sebelumnya, Kabid Gender Dinas P3A Bulukumba, SI turut hadir dalam kegiatan deklarasi salah satu tim pemenangan calon Bupati dan wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto (TSY) yang juga menjabat wakil Bupati maju pada Pilkada 2020 sebagai calon Bupati berpasangan Andi Makkasau (AM) sebagai wakilnya.

SI yang tak lain adalah istri TSY hadir dalam deklarasi tim perempuan yang diberi nama Permata itu di kecamatan Bulukumpa, Rabu (24/6/2020) lalu.

Terpisah, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Kabupaten Bulukumba menyayangkan sikap tamu yang hadir serta Kabid Gender Dinas P3A yang berada dalam foto tersebut lantaran tidak menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga:  Debat Pilkada Bulukumba Malam Ini: HM21 Siapkan Jurus Pamungkas, Asik Tak Ada Persiapan Khusus

“Tidak ada jaga jarak dan juga terlihat beberapa peserta yg tdak menggunakan masker. Dan juga, sebagai seorang ASN harusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan,” kata Direktur Kopel Bulukumba, Muhammad Jafar.

Dalam kegiatan tersebut juga nampak hadir juga anggota DPRD dari PDIP, Zulkifli Saiye, dan PKB, Fahidin HDk.

Menurut Jafar, mereka telah mengajarkan pada masyarakat betapa tidak pentingnya lagi protokol kesehatan di keramaian.

“Padahal kita tahu bersama bahwa pasien covid 19 di Bulukumba terus meningkat.Apakah untuk Pilkada tidak berlaku Protokol Kesehatan, Ataukah Bulukumba sudah aman dari Covid-19,” pungkas Jafar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template