Home / NEWS

Jumat, 9 April 2021 - 17:38 WIB

Bawahanya Lakukan Pungli, Kadis Perindag: Saya tidak Pernah Perintahkan

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Tudingan atas pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan Kepala Pasar Sentral, Amir, terhadap sejumlah pedagang makin menyeruak ke publik.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba bersama Dinas Perdagangan, Inspektorat, HMI Cabang Bulukumba, dan perwakilan pedagang pasar sentral memberikan titik terang.

Pungli yang diduga dilakukan Kepala Pasar Sentral, Amir, sebesar Rp3 juta kepada pedagang diklaim tanpa sepengatahuan Kepala Dinas Perdagangan Bulukumba, Munthasir Nawir.

Munthasir Nawir secara tegas menyatakan jika dirinya tidak pernah memberikan perintah kepada bawahanya itu untuk meminta sejumlah uang pembangunan pagar Pasar Sentral.

“Saya juga kemarin heran, karena saya tidak pernah menyuruh atau memerintahkan kepala pasar untuk minta sumbangan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan jika pembangunan pagar pasar itu telah di bahas di DPRD dan di anggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga:  Hadiri Forum Pinisi Sultan, Muchtar Ali Yusuf Terima Penghargaan Pertama Sebagai Bupati

“Makanya saya semakin heran dengan kabar pungli ini,¬†padahal kita sama-sama tahu kalau pagar pasar ini di anggarkan melalui APBD,” jelasnya.

RDP yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Bulukumba, Fahidin HDK, mempertanyakan langsung kepada Kepala Pasar terkait dugaan pungli kepada pedagang Pasar Sentral Bulukumba.

“RDP ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas adanya informasi tentang dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh Kepala Pasar Sentral Bulukumba,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut Fahidin juga menyampaikan jika telah mencari fakta dan kebenaran atas dugaan pungli yang di lakukan oleh Kepala Pasar Sentral Bulukumba.

“Kami telah melakukan reses secara diam-diam hanya untuk menemukan fakta-fakta pendukung,” ujarnya.

Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Amir membantah tudingan atas pungli sebesar Rp3 juta yang terjadi di Pasar Sentral. Dimana para pedagang dimintai biaya pembangunan pagar Pasar Sentral Bulukumba.

Baca Juga:  Bertambah 7, Pasien Sembuh Covid-19 di Bulukumba Meningkat Jadi 18 Orang

“Kami tidak melakukan pungli, kami hanya melakukan penagihan untuk pembayaran SKRD,” katanya di hadapan anggota DPRD.

Bantahan tersebut ditepis salah satu pedagang, H Husain, yang menyampaikan jika bantahan yang dilakukan Kepala Pasar Setral, Amir, itu tidak benar.

“Jangan ajari saya bohong pak, saya ini sudah tua, katakanlah yang sebenarnya,” katanya disaat RDP di ruang Komisi B DPRD Bulukumba.

Ia menjelaskan jika saat itu dirinya di minta untuk membayar uang pagar sebesar Rp3 juta. Namun permintaan itu tidak dapat dipenuhinya sehingga dirinya diminta untuk mencicil sebesar Rp300 ribu perbulannya.

“Karena saya tidak memiliki uang sebesar 3 Juta saat itu maka saya di minta untuk di cicil sebesar Rp300 ribu perbulan,” ucapnya.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

DAERAH

Jelang Lebaran Idul Adha 1441 H, Disperindag Bulukumba Antisipasi Kelangkaan Gas 3 Kg

NEWS

Wujudkan Solidaritas, Serikat Pelaut Bulukumba Resmi Terbentuk

NEWS

Pemkab Bulukumba Sabet Penghargaan Penyetor Terbaik JKK-JKM dari PT Taspen Cabang Utama Makassar

DAERAH

Pasien Sembuh Covid-19 Asal Bantaeng Menanjak Drastis, Hari Ini Ada 31 Kesembuhan

DAERAH

Rp100 Juta Anggaran Broadwalk Titik Nol Tenggelam Disapu Ombak

NEWS

Kembangkan Kawasan Bira, Bulukumba Siapkan Lahan Hotel

NEWS

DPRD Sempat Tolak Kehadiran SPBU Ratulangi, Bupati Bulukumba Pilih Beri Apresiasi

DAERAH

Polisi Masih Buru Tiga Pelaku Pengeroyokan Petugas Dishub Bulukumba
error: Content is protected !!