Bantuan Masyarakat Bulukumba untuk Sulbar, KKB Harap Suplay Sesuai Kebutuhan

KUMANIKA.COM, BULUKUMBA– Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) berharap bantuan dari masyarakat Bulukumba yang disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba bukan hanya logistik, tapi pembalut dan popok yang juga menjadi kebutuhan urgent di lokasi bencana.

Sekertaris KKB Kabupaten Mamuju, Agus Ariyanto, menerangkan, setelah sepekan berada di pengungsian, kebutuhan penting korban gempa di Sulbar khususnya di Mamuju dan Maje’ne yakni pembalut wanita, juga popok bayi dan popok lansia.

Selain itu juga, mereka kekurangan terpal, selimut, susu, kopi, teh, biskuit, pakaian dalam dan vitamin. Jadi, Ariyanto sapaannya, sangat berharap bantuan yang disalurkan bisa dikondisikan sesuai dengan kebutuhan korban gempa di Sulbar.

“Kami bukan tidak butuh makanan, hanya saja stok indomie di posko sudah over. Sedangkan ada kebutuhan penting yang tidak tersedia,” curhatnya saat audiensi di ruang Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba, Jumat, 21 Agustus 2021.

Baca Juga:  Ilham Azikin Serahkan Bantuan Benih Bawang Berkualitas di Ulu Ere

Kemudian lanjutnya, dalam proses penyaluran bantuan, Pemda harus mengutamakan masyarakat Bulukumba yang menetap di Sulbar. Dengan membagi tiga titik, yakni Posko KKB di Kabupaten Mamuju, Posko KKB di kabupaten Maje’ne dan Posko Induk di Provinsi Sulbar.

“Hal ini harus dilakukan agar pembagian bantuan lebih merata. Khususnya untuk masyarakat Bulukumba yang terdampak gempa, apalagi yang ada dibeberaoa lokasi yang sulit diakses,” harapnya.

Ariyanto membeberkan, jumlah masyarakat Bulukumba di Kabupaten Maje’ne yang terdampak gempa sebanyak 30 KK, sedangkan yang berada di Kabupaten Mamuju terdata sebanyak 170 KK.

Hal ini disambut baik oleh Sekertaris Daerah Misbawati A. Wawo. Dia mengaku, melalui dinas terkait akan memberikan informasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bisa menyesuaikan kebutuhan korban di lokasi bencana.

Baca Juga:  Promosi Pariwisata Bulukumba Ditengah Pandemi Dilakukan dengan Sistem Digital

“Jadi untuk OPD yang kebetulan belum men-drop bantuan. Nanti dikomunikasikan agar berhenti memberikan indomie,” imbaunya.

Misbawati A. Wawo mengaku tetap membuka ruang untuk semua masyarakat agar bisa memberikan kontribusinya dalam membantu meringankan beban korban gempa di Sulbar. Pihaknya akan terus mengakoordinir terkait pengumpulan dan pendistribusian bantuan.

“Semua harus selalu terkoordinir dan by data, agar bantuan sampai pada sasaran yang tepat dan harus transparan,” tegasnya.

Pada pertemuan ini juga di hadiri oleh Kadis Kominfo, Kepala BPBD, KNPI Bulukumba, HMI, PMII, Karang Taruna, lembaga dankomunitas kepemudaan yang ada di bulukumba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template