Home / KABAR PARLEMEN

Selasa, 14 September 2021 - 19:12 WIB

Askar Ditetapkan Sebagai Formatur Walau Tak Dapat Diskresi

Perhelatan Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kabupaten Bulukumba ke-X, Sabtu (11/9/2021) malam, di Aula Kampoeng Anda Beach, Bira, Kecamatan Bontobahari. Foto: IKM

Perhelatan Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kabupaten Bulukumba ke-X, Sabtu (11/9/2021) malam, di Aula Kampoeng Anda Beach, Bira, Kecamatan Bontobahari. Foto: IKM

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Perhelatan Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kabupaten Bulukumba ke-X, yang dilaksanakan di Aula Kampoeng Anda Beach, Bira, Kecamatan Bontobahari, Sabtu (11/9/2021) malam, berjalan dengan lancar.

Selain Bupati Bulukumba, Pembukaan Muscab ke-X ini juga dihadiri oleh Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Imam Fauzan Amir Uskara, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Pada pelaksanaan Muscab tersebut, tak satupun kader partai berlambang Ka’bah ini yang menjadi penantang dan mencoba merebut posisi H Askar HL, sebagai Ketua Umum PPP Bulukumba. Dengan demikian, Askar akan menempati posisi Ketua Umum untuk ketiga kalinya.

Secara aturan partai, seseorang atau kader PPP hanya bisa menjadi ketua DPC paling lama dua periode, atau mendapatkan diskresi dari DPP PPP. Namun, tampaknya pemberlakuan bagi H Askar kali ini berbeda.

H Askar diketahui tidak mendapatkan diskresi dari DPP PPP, yang seharusnya diberikan sebelum Muscab dilaksanakan. Padahal, Askar terbilang sangat berkonstribusi terhadap partai.

Baca Juga:  Legislator Bulukumba Ahmad Akbar: Tuhan Terus Bekerja

Menurut Askar, sejak dia menjadi ketua Umum PPP, perolehan suara hingga jumlah kursi di DPRD Bulukumba terus berkembang dan memiliki kontribusi besar secara Nasional.

“Atas prestasi dan keberhasilan selama memimpin PPP Bulukumba, saya rasa diskresi sudah sangat pantas untuk diberikan. Intinya hasil Muscab malam ini kita akan serahkan ke DPW,” ucap Askar di hadapan awak media.

Dalam sambutannya, Askar juga memaparkan perolehan suara pada perhelatan pileg yang menurutnya terus berkembang, serta memberikan peningkatan jumlah kursi di DPRD Bulukumba, selama Ia memimpin partai.

Prestasi yang ditorehkan oleh Askar dalam memimpin partai juga bisa dilihat pada pileg 2019. Saat itu, DPC PPP Bulukumba menjadi pemenang pemilu dan berhasil mendudukkan kadernya sebagai Ketua DPRD Bulukumba.

Sebelumnya, pada pileg 2010, PPP hanya mampu mendapatkan dua kursi. Pada pileg 2014, kemudian bertambah menjadi empat kursi.

Baca Juga:  Rayakan Idul Fitri 1442 H, Akbar: Jadi Titik Awal Tingkatkan Kebersamaan

“Saya sampaikan jika PPP Bulukumba pada pileg 2019 mampu mencapai 6 kursi di DPRD, dan mencatat sejarahnya sebagai pemenang pemilu di Bumi Panrita Lopi Kabupaten Bulukumba,” ujar Askar.

Imam Fauzan Amir Uskara selaku Ketua DPW PPP Sulsel, yang ditemui di lokasi Muscab, membenarkan jika diskresi untuk H Askar HL belum turun dari DPP PPP. Ia juga mengatakan jika DPW Sulsel telah mengusulkan ke DPP, bagi daerah yang memiliki prestasi untuk diberikan diskresi.

“Secara pribadi saya mengatakan, kalau SK-nya saya sudah lihat baru saya bilang itu dapat diskresi. Nanti, lah kita lihat,” terang Fauzan.

Adapun Formatur dari hasil Muscab ke-X DPC PPP Bulukumba yakni Amir Uskara (DPP PPP), Imam Fauzan (DPW PPP), H. Askar HL (DPC Bulukumba), Muhammad Darwis (PAC), dan Ali Hamsya (PAC).

Penulis: IKM

Share :

Baca Juga

KABAR PARLEMEN

Fraksi NasDem Minta Pemkab Buat Tim Khusus Kontrol Peningkatan PAD Bulukumba

KABAR PARLEMEN

KPU Bulukumba Jadwalkan Penetapan dan Pencabutan Nomer Urut Paslon di 23 dan 24 September

KABAR PARLEMEN

SK Penunjukan Nirwan Sebagai Plt Ketua Golkar Bulukumba Dianggap Cacat Prosedural

KABAR PARLEMEN

HM21 Dinilai Bangkitkan Gairah Politik Pemuda dan Pemilih Perempuan di Bulukumba

KABAR PARLEMEN

TSY-Makassau Perkenalkan 7 Jubir dan Masing-Masing Perannya

KABAR PARLEMEN

Dinilai Terlalu Banyak, Fraksi PAN Minta Pemkab Bulukumba Rampingkan OPD

KABAR PARLEMEN

KPU Bulukumba Ancam Batalkan Kandidat yang Namanya Berbeda di KTP dan Rekomendasi Parpol

KABAR PARLEMEN

DPRD Bulukumba Sayangkan Aksi Kriminalitas di Jalan Terhadap Perempuan