Home / NEWS

Senin, 12 April 2021 - 17:27 WIB

Aset Tersangka Kredit Fiktif Disegel, Puluhan Karyawan Terdampak

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel melakukan penyegelan terhadap sejumlah aset milik Accoun Officer (AO) Bank Sulselbar Cabang Bulukumba, IRR, yang terlatk di Kabupaten Bulukumba dan Kota Makassar.

Kejati Sulsel menyegel lima unit usaha yang diduga milik IRR, Sabtu (10/4/2021) malam. Lima unit usaha tersebut yakni Labissa Cafe, Car Wash Labissa, Labissa Advertising, Salon Ghania, dan Vape Store.

Setelah dilakukan penyegelan, aktivitas diseluruh unit usaha yang terletak di Jalan Melati, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu itu terhenti. Puluhan karyawan kini harus kehilangan pekerjaan.

Manager Labissa Cafe, Fitrah Ramadhan, yang dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa puluhan karyawan Labissa baik cafe maupun lainnya kini harus menganggur karena seluruh aktivitas dihentikan.

Baca Juga:  Hasil Tracing Contact Gugus Covid-19 Bantaeng Kembali Konfirmasi 1 Kasus Baru

“Untuk cafe ada 11 orang yang harus kehilangan pekerjaan. Mereka cukup sedih dengan hal ini. Apalagi saat ini dalam suasana pandemi dan pasti sulit mendapat pekerjaan,” ungkapnya.

Fitrah menerangkan jika selain Labissa Cafe, Car Wash sendiri terdapat 12 orang karyawan yang terdiri dari 10 pekerja dan 2 kasir. Sementara di Labissa Advertising terdapat 9 orang yang terdiri dari desainer, operator mesin, dan kasir.

Sedangkan untuk salon ada sebanyak tiga orang karyawan, dan satu karyawan lainnya di vape store.

“Mereka ini rata-rata warga Bulukumba, ada juga satu orang dari Jeneponto dan dari Sinjai. Kami semua cukup terdampak, walau disisi lain kami semua menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

Fitrah berharap agar pihak kejaksaan bisa memberikan kebijaksanaan atas penyitaan tempat ini dengan memberikan izin pakai barang bukti sesuai dengan aturan yang berlaku. Dimana hal itu agar para karyawan dapat melanjutkan hidup.

Baca Juga:  Dari 76 Total Kasus Positif Covid-19 di Bantaeng, Sudah 17 Orang yang Sembuh

“Kami berharap ada kebijaksanaan dari kejaksaan agar mereka (karyawan) bisa bekerja kembali, karena ada puluhan orang yang menggantungkan hidupnya di Labissa,” harapnya.

Fitrah menambahkan jika khusus untuk Car Wash sendiri menurutnya sejak di buka beberapa tahun silam. Tempat tersebut diperuntukan untuk para anak muda Bulukumba yang putus sekolah agar mendapat pekerjaan.

“Saat ini masa pandemi, dimana kita tahu semua sedang susah. Car Wash sendiri, dari awal dibuka itu untuk mewadahi anak muda Bulukumba yang putus sekolah dan tidak punya ijazah,” jelas dia.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

Sesuaikan Kebutuhan, Perekrutan Honorer Dihentikan

DAERAH

Curhatan Pasien OTG Covid-19 di Bulukumba: Terkatung-Katung 19 Hari Tanpa Kejelasan

NEWS

Pelabuhan Bira Bulukumba Tak Layani Penyeberangan Penumpang Saat Mudik

NEWS

Wabup Bulukumba Serahkan Bantuan ke KKB Mamuju Untuk Korban Gempa Sulbar

NEWS

Pengembangan Peternakan Sapi Bulukumba, Bupati Akan Buka Jalur Pemasaran di Australia

DAERAH

Pemkab Bulukumba Gelar Rapid Test Gratis Selama 3 Hari, Kouta Hanya 100 Orang Perhari

NEWS

Tangani Covid-19, Pemkab Bulukumba Gelar Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi

NEWS

Hari Kartini, Aktivis Perempuan Ini Ingatkan Pemerintah Minimalisir Kekerasan Perempuan
error: Content is protected !!