Anggota Dewan hingga Wakil Bupati Bulukumba Ikut Perjuangkan Hak-hak Tuli

Anggota Dewan hingga Wakil Bupati Bulukumba Ikut Perjuangkan Hak-hak Tuli

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Dalam gelaran Pekan Tuli untuk merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional, yang berlangsung 23 September setiap tahunnya,  Anggota Dewan dan Pemerintah Daerah ikut berpartisipasi memperjuangkan hak-hak Tuli.

Anggota DPRD Bulukumba, Andi Soraya Widianingsih yang juga berperan sebagai pembina dalam Panrita Inklusi, mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi atas kinerja teman-teman Tuli pada momentum tahunan ini.

Melalui gelaran bagi-bagi bunga yang berlangsung sore jelang magrib, Kamis (23/9/2021) itu, perempuan yang akrab disapa Andi Yaya itu sangat berharap masyarakat bisa teredukasi dan lebih sadar atas keberadaan teman-teman Tuli.

“Lewat kegiatan ini, masyarakat harus sadar tentang pentingnya kesetaraan hak asasi manusia kepada semua kalangan. Apalagi pada disabilitas, khususnya teman-teman Tuli,” jelas salah seorang Srikandi DPRD yang identik dengan kaca mata hitam tersebut.

Baca Juga:  3 Anggota DPRD Bulukumba Terima Aspirasi IMM

Anggota Dewan dari Fraksi PKB itu juga berharap, Pemerintah Daerah bisa lebih melirik teman-teman disabilitas yang berada di Bulukumba, untuk memenuhi hak-hak mereka. Mislanya dalam hal pendidikan dan lapangan pekerjaan.

Apalagi, katanya, ada Peraturan Bupati (Perbup) tentang ketenagakerjaan untuk disabilitas yang telah dikeluarkan sejak 2020. Namun, hingga kini aturan itu tak kunjung ditetapkan. Padahal mereka rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu.

“Jangan buat aturan saja, tapi mereka betul-betul diberikan lapangan pekerjaan,” ujar Andi Yaya.

Menanggapi hal itu, Andi Edy Manaf selaku Wakil Bupati Bulukumba yang berkesempatan datang menyapa dan berkenalan dengan teman-teman Tuli, menjelaskan bahwa perbup tersebut merupakan dukungan, dari anggota DPR, yang patut diapresiasi dan diperjuangkan.

Baca Juga:  Pendidikan Anak Usia Dini, KKN-DK UIN Alauddin Makassar Gelar Festival Anak Saleh

“Kami, Pemerintah Daerah, memiliki kebijakan dan keberpihakan. Apalagi regulasinya ada, berarti supportingnya juga ada. Tujuannya jelas, yakni unguk kepentingan adik dan saudara kita yang memiliki keterbatasan,” papar Edy Manaf saat diwawancarai.

Pada kesempatan itu, Edy Manaf mengaku sangat tersentuh menyaksikan cara komunikasi melalui visual yang teman-teman Tuli lakukan. Dia bilang, mereka terlihat seperti tanpa beban dan sangat bahagia, walaupun penuh keterbatasan.

Dia mengaku yakin, bahwa teman-teman Tuli merupakan bagian dari seluruh masyarakat. “Kami terus berupaya memberikan perhatian kepada mereka, baik dalam bentuk kebijakan maupun secara pribadi,” tuturnya.

Penulis: Nia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template